Sepi Job Saat Pandemi Covid-19, Penyanyi Beralih ke Pertanian untuk Cari Penghasilan

Agregasi VOA, · Jum'at 26 Maret 2021 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 18 2384281 sepi-job-saat-pandemi-covid-19-penyanyi-beralih-ke-pertanian-untuk-cari-penghasilan-RIqC1ZfUWP.jpg Penyanyi yang beralih ke dunia pertanian (Foto: VOA)

ZIMBABWE - Banyak musisi di Zimbabwe kesulitan mendapatkan penghasilan sejak pandemi virus corona. Ini akibat dari kebijakan pemerintah yang melarang konser dan hiburan lain untuk mencegah penyebaran virus. Sebagian musisi bahkan meninggalkan musik dan beralih ke pertanian.

Diana Samkange-Nyazema adalah seorang penyanyi peraih penghargaan sering tampil di negaranya, Zimbabwe, dan juga seluruh Afrika.

Tapi setahun belakangan dia absen karena pandemi Covid-19. Dia menjauh dari sorotan, dan kini lebih banyak menghabiskan waktu di kebunnya di distrik Mazowe, satu jam dari Harare.

Pembatasan sosial melarang diadakannya kerumunan besar - seperti konser, sehingga Samkange-Nyazema terpaksa beralih mata pencaharian.

"Pertanian lebih stabil sekarang ini dibandingkan musik. Tapi diantara keduanya, jelas saya akan bias karena saya musisi. Itu yang menentukan jati diri saya. Saya adalah Diana yang bernyanyi. Jadi, musik akan selalu menjadi cinta pertama saya, tapi saya perlu bertahan hidup,” terangnya.

(Baca juga: Usai Vaksinasi Covid-19, Walikota San Francisco Tekankan Vaksin Aman)

Penyanyi Afro-pop ini memiliki kebun tersebut dengan suaminya, Calvin Nyazema.

Mereka memasang pipa irigasi dan sarang lebah untuk mengumpulkan "madu kayu putih" dari kebun yang ditanami 300.000 pohon.

Pemerintah Zimbabwe memahami penderitaan musisi yang tidak bisa bekerja karena lockdown virus corona.

Direktur eksekutif Dewan Seni Nasional Zimbabwe Nicholas Moyo mengatakan dia tidak tahu kapan larangan konser akan dicabut.

(Baca juga: Bill Gates Yakin Dunia Kembali Normal pada Akhir 2022)

"Kami sedang mengupayakan paket stimulus lebih banyak karena kami menyadari bantuan sangat diperlukan. Pemerintah, lewat Departemen Kesejahteraan Sosial, membantu warga Zimbabwe yang membutuhkan,” ujarnya.

Tapi pengkritik mengatakan stimulus sekitar USD12 (Rp173.000) sebulan per keluarga tidak cukup untuk membeli roti sekalipun.

Ekonom independen di Harare John Robertson mengatakan para pejabat seharusnya menambah dukungan finansial bagi warga yang rentan.

"Orang-orang yang kesulitan terpaksa berjuang sendiri. Tidak ada yang membantu. Jelas para pejabat kurang membantu. Jadi warga harus berusaha sendiri. Mereka mengajak keluarga untuk bekerja sama untuk menambah penghasilan dengan hal-hal kecil. Dan usaha orang-orang Zimbabwe sangat luar biasa dan akan terus membuat kita kagum meski Covid-19 berlangsung lama,” paparnya.

Samkange-Nyazema sepertinya akan mengikuti anjuran itu dan akan membeli hewan ternak apabila mendapatkan dana.

Untuk sementara, dia bernyanyi menyambut panen jagung yang akan datang beberapa minggu lagi.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini