5.000 Orang Hadiri Konser Musik Perdana, Wajib Tes Negatif Covid-19, Pakai Masker, Tidak Jaga Jarak

Susi Susanti, Koran SI · Senin 29 Maret 2021 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 18 2385703 5-000-orang-hadiri-konser-musik-perdana-wajib-tes-negatif-covid-19-pakai-masker-tidak-jaga-jarak-4yepqCTZQq.jpg 5.000 orang hadiri konser musik (Foto: Reuters)

BARCELONA - Sekitar 5.000 orang menghabiskan waktu pada Sabtu (27/3) malam di konser musik di Barcelona setelah tes negatif Covid-19 di hari yang sama.

Otoritas Spanyol mengizinkan konser, yang menampilkan band Love of Lesbian.

Pada hari sebelumnya, para penggemar ini harus mengikuti tes dan tidak harus menjaga jarak namun harus mengenakan masker.

Ini adalah salah satu pertemuan terbesar di Eropa dalam lebih dari setahun sejak pandemi Covid-19 dimulai.

"Ini hanya untuk satu malam, jadi nikmatilah," kata salah satu pembawa acara sebelum konser dimulai di Saint Jordi Arena.

Di Barcelona, pemegang tiket hanya diizinkan memasuki stadion setelah kode hasil negatif dikirim ke ponsel mereka. Suhu dan ID diperiksa di pintu.

(Baca juga: Tuduh Wartawan Tawarkan Seks, Presiden Diperintahkan Bayar Ganti Rugi Rp50 Juta)

Staf dari rumah sakit lokal dan promotor acara bekerja sama untuk melakukan pengujian cepat di bilik tenda di tiga tempat lokal.

"Kami berharap itu sepenuhnya aman. Selama 14 hari ke depan kami akan melihat berapa banyak penonton yang dinyatakan positif Covid dan akan melaporkannya kembali," kata dokter Josep Maria Llibre kepada kantor berita AFP.

"Saya sangat, sangat bersemangat. Sudah 18 bulan sejak kami berada di atas panggung dan salah satu dari kami di sini menangis!" vokalis Santi Balmes berteriak kepada penggemar dari atas panggung.

"Kami benar-benar ingin melakukan sesuatu yang berbeda, untuk mengambil langkah menuju normalitas," kata seorang tamu kepada AFP. Tapi Marina Crespo, 25, menambahkan bahwa dia masih berusaha "untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain".

(Baca juga: Peringati Earth Hour, Kota-kota di Seluruh Dunia Padamkan Lampu)

Pertunjukan tersebut diadakan sebagai bagian dari proyek penelitian yang melihat kelayakan mengadakan acara massal aman Covid-19 setelah pengujian cepat terhadap para tamu.

Konser ini mengikuti eksperimen serupa di Belanda minggu lalu, ketika penggemar menghadiri festival musik dua hari setelah menunjukkan bukti tes Covid-19 negatif.

Pandemi telah menghancurkan industri musik live bersama dengan banyak aktivitas budaya lainnya. Menurut sebuah studi oleh Federasi Musik Spanyol, Industri musik Eropa kehilangan 76% dari pendapatannya pada 2020.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini