JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan hard approach.
"Jadi tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia, seluruhnya akan dibongkar," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (1/4/2021).
Mantan Panglima TNI itu memastikan upaya penegakkan hukum terhadap aksi terorisme akan dilaksanakan dengan tegas, adil, dan seefektif mungkin.
Baca juga: Sambangi Rumah Terduga Teroris ZA, Kapolsek Ciracas Sampaikan Belasungkawa ke Keluarga
Moeldoko pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk saling menjaga satu sama lain, tetap waspada dan tenang, serta membantu aparat penegak hukum bila memiliki informasi maupun keterangan terkait aksi terorisme belakangan ini.
Baca juga: Pasca-Teror di Mabes Polri, Mobil Pribadi Dilarang Masuk Ke Polda Metro Jaya
"Terorisme adalah musuh bersama seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.
Sebagaimana diketahui, aksi bom bunuh terjadi di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Maret 2021. Pelaku adalah pasangan suami istri yang masih masuk golongan milenial. Pelaku berboncengan sepeda motor lalu meledakkan diri dekat pintu masuk gereja.
Setelah kejadian itu, Densus 88 Antiteror langsung meringkus sejumlah terduga teroris di beberapa titik. Lalu pada Rabu 31 Maret 2021 seorang perempuan milenial dengan inisial ZA menerobos masuk Markas Besar Polri sambil menenteng senjata api. Ia akhirnya di tembak mati. ZA diketahui telah menuliskan surat wasiat sebelum melancarkan aksinya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.