Banjir Bandang Bima, TNI Datangkan Jembatan Acrow Panel

Edy Irawan, iNews · Selasa 06 April 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 06 340 2390317 banjir-bandang-bima-tni-datangkan-jembatan-acrow-panel-StaPcUSfVb.jpg foto: ist

BIMA - Peristiwa banjir bandang di Bima Nusa Tenggara Barat mengakibatkan dua jembatan ambruk di Kecamatan Madapangga ). Saat ini, TNI telah mendatangkan bantuan jembatan Acrow Panel atau jembatan besi sebagai langkah mengantisipasi sementara.

(Baca juga: TNI AU Kerahkan 2 Pesawat Hercules Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana NTT)

Jembatan tersebut merupakan bantuan Mabes TNI melalui Kepala Satuan (Kasat) TNI di Jakarta. Dikabarkan, dua jembatan akrow panel yang akan dipasang di Desa Rade dan Desa Campa Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima-NTB.

"Bapak Kasat akan memberikan bantuan dua jembatan akrow panel untuk dua desa tersebut. Jembatan yang dimaksud telah diberangkatkan pada hari ini Selasa (06/04/2021) dengan menggunakan kapal laut. Diperkirakan akan tiba di Bima setelah tiga hari perjalanan," kata Danrem 162 Wira Bhakti (WB), Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

(Baca juga: NTT Sudah Diterjang 3 Kali Banjir Bandang dalam 10 Tahun Terakhir)

Rizal berharap, jembatan akrow panel dapat segera tiba dalam pekan ini sehingga dapat dikerjakan pada pekan depan oleh seluruh anggota TNI dengan bantuan teknisnya.

Menurutnya, jembatan akrow panel sebagai alternatif sementara untuk aktivitas masyarakat sebelum pemerintah mendatangkan anggaran pembangunan jembatan yang ambruk pasca banjir bandang.

"Jembatan di Desa Rade merupakan jembatan penghubung antara Kecamatan Bolo dan Kecamatan Madapangga, jadi sesegera mungkin harus segera dibangun. Sementara di Desa Campa sendiri, jika tidak dipasang jembatan acrow panel, maka dipastikan terisolir karena berada di paling ujung Desa di Kecamatan Madapangga,"terangnya.

Jembatan penghubung yang merupakan akses penting bagi kehidupan masyarakat. Jika akses jalan raya tidak normal, dipastikan menghambat kebutuhan warga yang sedang mencari nafkah ditengah banjir yang menerja pemukiman mereka.

"Sebagai rasa peduli kemanusiaan, Kasat TNI berjanji akan segera membangun akses jalan itu. Upaya tersebut sebagai salah satu langkah menormal kondisi pasca banjir bandang Bima," pungkasnya.

Sementara saat ini, sejumlah warga bergotong royong untuk membangun jembatan dengan menggunakan bambu dan kayu sebagai alternatif yang diperuntukkan pejalan kaki. Sebab, jika tidak maka warga harus menempuh perjalanan keliling yang jaraknya lumayan jauh untuk sampai ditujuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini