Iran dan Kekuatan Dunia Gelar Pembicaraan untuk Pulihkan Kesepakatan Nuklir

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 07 April 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 07 18 2390966 iran-dan-kekuatan-dunia-gelar-pembicaraan-untuk-pulihkan-kesepakatan-nuklir-nx5EXAK0HU.jpg Foto: Reuters.

WINA Iran dan negara kekuatan dunia pada Selasa (6/4/2021) menggelar apa yang mereka gambarkan sebagai pembicaraan "konstruktif" dan setuju untuk membentuk kelompok kerja untuk memulihkan kembali kesepakatan nuklir 2015.

Perantara Eropa telah mulai bolak-balik antara pejabat Iran dan Amerika Serikat (AS) di Wina ketika mereka berusaha untuk membuat kedua negara kembali mematuhi perjanjian, yang mencabut sanksi terhadap Iran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

BACA JUGA: Isu Nuklir Iran dalam Titik Kritis, China Desak AS Cabut Sanksi

Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPA) itu, pada 2018. Tindakan AS mendorong Iran untuk terus melangkahi batas kesepakatan pada program nuklirnya yang dirancang untuk mempersulit pengembangan bom atom, sebuah ambisi yang dibantah oleh Teheran.

Pembicaraan pada Selasa termasuk pertemuan pihak-pihak yang tersisa dari kesepakatan awal: Iran, Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia dalam kelompok yang disebut Komisi Gabungan yang diketuai oleh Uni Eropa (UE). Amerika Serikat tidak hadir.

Meskipun baik Washington maupun Teheran tidak mengharapkan adanya terobosan cepat dari pembicaraan tersebut, baik mereka maupun UE menggambarkan pertukaran awal dalam istilah yang positif.

“Rapat Komisi Bersama yang Konstruktif. Ada persatuan dan ambisi untuk proses diplomatik bersama dengan dua kelompok ahli tentang implementasi nuklir dan pencabutan sanksi,” kata kepala koordinator Uni Eropa Enrique Mora di Twitter sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: Blinken: AS Siap Berunding dengan Iran untuk Lanjutkan Kesepakatan Nuklir 2015

"Saya akan mengintensifkan kontak terpisah di sini di Wina dengan semua pihak terkait, termasuk AS," tambahnya.

Dua kelompok tingkat ahli telah diberi tugas untuk menggabungkan daftar sanksi yang dapat dicabut AS dengan kewajiban nuklir yang harus dipenuhi Iran, dan melaporkan kembali pada Jumat (9/4/2021), ketika Komisi Gabungan akan bertemu lagi.

Resolusi masalah nuklir dapat membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah, terutama antara Iran dan Israel serta dengan sekutu AS seperti Arab Saudi, yang takut akan kemungkinan Iran mendapatkan senjata nuklir.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini