Isu Nuklir Iran dalam Titik Kritis, China Desak AS Cabut Sanksi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Februari 2021 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 18 2367724 isu-nuklir-iran-dalam-titik-kritis-china-desak-as-cabut-sanksi-wiKYEslWlp.jpg Foto: Reuters.

BEIJING - Perkembangan seputar program nuklir Iran berada pada "titik kritis" dan pencabutan sanksi terhadap negara itu adalah kunci untuk memecahkan kebuntuan, kata Kementerian Luar Negeri China pada Rabu (24/2/2021).

Komentar Juru Bicara Wang Wenbin datang sehari setelah Iran secara resmi mulai membatasi inspeksi internasional terhadap fasilitas nuklirnya dalam upaya untuk menekan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat (AS) agar mencabut sanksi ekonomi yang melumpuhkan dan memulihkan kesepakatan nuklir 2015 atau yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/ JCPOA) .

BACA JUGA: Biden Cabut Sanksi PBB Atas Iran yang Dipulihkan Trump

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, China adalah pihak dalam perjanjian yang dikenal sebagai JCPOA, sementara juga menjaga hubungan persahabatan dan hubungan ekonomi yang erat dengan Teheran.

China menentang sanksi terhadap Iran, bekerja dengan Jerman, Prancis, Inggris, dan Rusia untuk mempertahankan kesepakatan setelah keputusan mantan Presiden Donald Trump untuk secara sepihak menarik AS keluar dari JCPOA pada 2018.

Pemerintahan baru Presiden Joe Biden telah berusaha untuk membalikkan keputusan itu, meskipun pelanggaran Iran terhadap JCPOA dan langkah Selasa untuk membatasi inspeksi internasional menggarisbawahi betapa sulitnya tugas itu.

BACA JUGA: Ayatollah Khamenei: Iran Bisa Perkaya Uranium Hingga 60%

"Situasi saat ini tentang masalah nuklir Iran berada pada titik kritis, dengan peluang dan tantangan," kata Wang kepada wartawan pada briefing harian sebagaimana dilansir ABC News.

"Kami selalu percaya bahwa kembalinya AS ke perjanjian komprehensif dan pencabutan sanksi terhadap Iran adalah kunci untuk memecahkan kebuntuan dalam masalah nuklir Iran," kata Wang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini