JAKARTA - Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini masih berstatus tanggap darurat mulai dari 5 April hingga 6 Mei 2021 akibat bencana banjir bandang dan longsor dari dampak siklon tropis seroja beberapa waktu lalu.
“Sesuai dengan aturan yang berlaku, masa tanggap darurat dari tanggal 5 April sampai tanggal 6 Mei,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi saat Konferensi Pers Update Penanganan Bencana di Nusa Tenggara Timur, Selasa (13/4/2021).
Namun, Josef Nae menegaskan bahwa penanganan pasca bencana NTT diupayakan lebih dipercepat. Idealnya, katanya, proses ini berlangsung selama sebulan termasuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Tetapi kami tetap berusaha supaya segera mungkin lebih dipercepat pelaksanaannya. Idealnya itu sebulan. Tetapi kalau bisa lebih cepat maka lebih baik. Termasuk masuk dalam rehabilitasi dan rekonstruksi,” papar Josef Nae.
Saat ini, kata Josef Nae, bahwa infrastruktur seperti jembatan juga sudah bisa dilalui. “Perlu saya sampaikan banyak infrastruktur seperti jembatan itu ada beberapa jembatan, terimakasih kepada PUPR sampai hari ini sudah bisa dilalui mobil atau alat-alat berat,” katanya.