JAKARTA - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19. Dia pun meminta agar warga tak mudik saat Hari Raya Idul Fitri 1442 H.
“Saya ingin kembali menyampaikan pesan Kepala Satgas Covid-19 bahwa walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif tidak berarti bebas sepenuhnya dari Covid-19,” ungkap Wiku dalam update perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia secara virtual, Kamis (22/4/2021).
Oleh karena itu, Wiku meminta agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke kampung halaman. “Peluang tertular di perjalanan ke kampung halaman selalu terbuka. Dan apabila hal ini terjadi tentunya kita sudah membahayakan keluarga kita di kampung,” tegasnya.
Apalagi, kata Wiku Covid-19 akan sangat berisiko bagi lansia. “Bagi keluarga kita yang lansia ini tentunya menjadi risiko yang sangat berbahaya. Pemerintah meminta masyarakat untuk bertindak secara bijak menyikapi pandemi ini.”
Wiku menegaskan pada dasarnya setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah mengutamakan prinsip Solus Populi Suprema Lexto atau mengusahakan keselamatan rakyat di tengah pandemi Covid-19 untuk menghindari peningkatan kasus yang dapat memicu meningkatkan beban fasilitas kesehatan, serta potensi tingginya korban jiwa yang ditimbulkan.
Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Pemerintah Tambah Penerapan di 5 Provinsi
“Pemerintah memahami mudik merupakan sebuah tradisi yang sudah sangat melekat dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Dan menjadi momen saling bermaafan kepada keluarga dan tidak sedikit dari mereka yang berusia lanjut,” tegasnya.
Baca juga: Kasus Positif & Kematian Naik, Satgas: Dampak Libur Paskah dan Vaksinasi
Namun, kata Wiku, masyarakat perlu memahami bahwa melakukan mudik di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini tentunya akan sangat membahayakan mereka yang lansia. “Apalagi dalam tradisi ini interaksi fisik yang menjabat tangan akan berpotensi untuk menjadi titik awal penularan Covid-19," sambung dia.
"Penting untuk diingat lagi, kata Wiku, lansia merupakan populasi yang mendominasi kematian akibat konflik Indonesia dengan persentase 48,3%. “Oleh karena itu, pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya untuk menjalankan kegiatan mudik untuk melindungi diri kita dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19,” paparnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.