Terciduk Curi Pakaian di Pasar, Ibu Ini Malah Tuduh Anaknya Sendiri

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Selasa 27 April 2021 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 608 2401793 curi-pakaian-di-pasar-seorang-ibu-malah-tuduh-anaknya-sendiri-SESpsBYliD.jpg Rekaman CCTV pencurian pakaian di pasar (Foto: Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN - Seorang wanita bersama anaknya yang masih bocah tertangkap kamera CCTV saat beraksi mencuri baju wanita seharga Rp400 ribu di salah satu toko di Pasar Petisah Medan, Sumatera Utara.

Tidak butuh waktu lama, pelaku inisial AP bersama anak laki-lakinya berhasil ditangkap pemilik toko yang menjadi korban pencurian, yang hanya beberapa meter dari lokasi pencurian.

Pelaku sempat dihajar para pedagang setempat karena membantah mencuri pakaian. Namun, saat diperiksa, warga mendapatkan pakaian yang dicuri disimpan di dalam tas sandang yang dibawa anaknya.

Baca Juga:  Komplotan Spesialis Pecah Kaca Mobil Beraksi di 15 Lokasi

Korban mengetahui dirinya menjadi korban pencurian setelah melihat video rekaman CCTV yang ada di toko pakaian miliknya.

Dalam rekaman tersebut, pelaku berpura-pura menawar berbagai pakaian wanita berbahan katun seharga Rp400 ribu.

Saat korban sibuk mengeluarkan pakaian lain, pelaku sengaja menutupi penglihatan korban agar putranya yang berada di sebelahnya dengan leluasa memasukan pakaian incarnya ke dalam tas. Setelah berhasil, pelaku kemudian pergi meninggalkan toko korban.

Baca Juga:  Modus Sindikat Pembobol di Jakarta, Mencari Mesin ATM Lama dan Kondisi Sepi

Warti, pegawai toko pakaian, pada Selasa (27/4/2021) sore mengatakan, kesal kepada pelaku yang membantah mencuri pakaian tersebut dan malah menuduh putranya yang masih bocah sebagai pelakunya.

Aksi kejahatan pelaku pencuri dengan modus belanja pakaian bukan sekali ini saja. Sejumlah toko pakaian di Pasar Petisah di Medan ini sudah sering menjadi korban.

Usai tertangkap, pelaku kemudian dibebaskan. Korban memilih tidak melanjutkan kasus tersebut ke polisi karena merasa kerugian yang dialami tidak besar dan kasihan kepada putra pelaku yang dipaksa melakukan kejahatan oleh ibunya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini