Komplotan Spesialis Pecah Kaca Mobil Beraksi di 15 Lokasi

Lukman Hakim, Koran SI · Selasa 27 April 2021 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 519 2401669 komplotan-spesialis-pecah-kaca-mobil-ini-beraksi-di-15-lokasi-QZ5x8Gaasc.jpg Polisi tangkap komplotan pencurian dengan modus pecah kaca mobil (Foto : Sindo)

SURABAYA - Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur (Jatim) menangkap tiga anggota komplotan pencurian mobil dengan modus pecah kaca yang sudah beraksi di 15 tempat kejadian perkara (TKP). Mereka adalah ASB (31), NM (19) dan A (35). Ketiganya berasal dari Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo.

Dari 15 lokasi tersebut, empat lokasi berada di Kabupaten Probolinggo. Kemudian Lumajang 4 TKP dan Pasuruan dua TKP. Kemudian masing-masing satu lokasi di Bondowoso, Ngawi, Bojonegoro, Batu, dan Sampang. “Modus pencurian yang dilakukan para pelaku adalah dengan cara memecahkan kaca mobil menggunakan pecahan keramik busi motor,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Mapolda Jatim, Selasa (27/4/2021).

Dia mengungkapkan, kendaraan yang jadi sasaran komplotan ini biasanya mobil yang terparkir bebas di minimarket yang luput dari pantauan pemiliknya. Bukan hanya mobil, dalam beberapa aksinya, komplotan tersebut juga menggasak sepeda motor. “Ketiga pelaku merupakan kelompok yang sudah profesional dalam menjalankan aksi pencuriannya,” tuturnya.

Sedikitnya ada enam unit kendaraan roda dua yang mereka curi dalam rentang waktu komplotan ini beraksi sejak tahun 2019. Kerugian total para korban diperkirakan mencapai Rp1 miliar lebih. “Berdasarkan hasil penangkapan, kami menyita tiga motor tidak seusai nomor rangka dan mesin, tiga motor sebagai sarana, sembilan ponsel, dua celurit, dan uang tunai Rp1,5 juta,” tandas Gatot.

Baca Juga : Polisi Selidiki Modus "Loloskan" Pendatang dari Karantina Covid-19

Sementara itu, Direskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto menambahkan, pihaknya menemukan enam pelaku lain yang diduga bagian dari komplotan. Mereka masih dalam pengejaran. Oleh polisi, ketiga tersangka dijerat pasal 363 KUPP tentang tindak pidana pencurian disertai unsur pemberatan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Kami terus melakukan pengembangan kasus ini,” tandas Totok.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini