Bantu Truk Pecah Ban di Tol Cipularang, 3 Sopir Tewas Tergencet Akibat Dongkrak Lepas

Agregasi Sindonews.com, · Sabtu 01 Mei 2021 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 01 525 2404008 bantu-truk-pecah-ban-di-tol-cipularang-3-sopir-tewas-tergencet-akibat-dongkrak-lepas-6FBsmd2u4K.jpg Insiden tragis terjadi di Tol Cipulawang. Tiga sopir tewas tergencet truk akibat dongkrak lepas. (Foto: Istimewa)

PUWAKARTA – Insiden tragis dialami tiga sopir truk di Tol Cipularang Km 77.200 A, dari Jakarta arah Bandung, Sabtu (1/5/2021). Mereka tewas seketika setelah tergencet badan truk sarat muatan saat ketiganya hendak mengganti ban truk yang pecah. Nahas, dongkrak yang digunakan terlepas.

Keterangan yang berhasil dihimpun, ketiga sopir nahas itu bernama Sandi (27) warga Kampung Ciroyom Hilir RT 031/011 Ciroyom, Cipendeuy Kabupaten Bandung Barat; Nanda Pratama Putra (37) warga Jalan Majah Lega RT 02/12 Majah Lega, Rancasari, Kota Bandung; dan Jajang warga Cianjur.

Menurut saksi mata, Heri Sutriana (38), warga Kampung Cibungur, Desa Cinta Mula, Kabupaten Sumedang, insiden ini berawal ketika ketiga korban masing-masing mengendarai truk bermuatan pakan secara beriringan menuju Cianjur.

Baca juga: Hilang Kendali, Truk Kontainer Terperosok ke Parit di Cengkareng

Saat tiba di TKP, yakni Km 77.200 A, tepatnya di Kampung Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, truk yang dikemudikan Heri mengalami pecah ban. Dengan dibantu tiga sopir lainnya, truk tersebut menepi untuk mengganti ban yang pecah. Dongkrak pun dipasang di bagian bawah kendaraan agar bisa mengangkat kendaraan.

"Rencananya akan mengirimkan pakan ke daerah Cianjur, namun di perjalanan ban kendaraan mendadak pecah," kata Heri.

Baca juga: Kecelakaan Bus dan Truk Terus Meningkat sejak 2011, Begini Datanya

Nahas, saat melepas baut ban di bagian dalam, dongkrak yang dipasang itu mendadak lepas. Sehingga truk yang sarat muatan itu jatuh miring, persis di tempat para korban berada.

Ketiga sopir tergencet oleh bodi kendaraan yang pada saat itu bermuatan kurang lebih 15 ton. Para korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sebelum akhirnya dievakuasi ke Radjak Hospital Purwakarta.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini