Sultan Machmud sangat bersedih karena kitabnya telah hilang. Dengan hati susah, ia memutuskan untuk kembali ke kerajaan. Namun, Patih tidak menyetujuinya.Akhirnya perjalanan diteruskan hingga dapat menemui sang Kiai.
Di hadapan Sunan Bonang, Sultan Machmud mengenalkan diri, maksud dan kedatangannya serta musibah yang menimpanya. Tiba-tiba Sunan Bonang mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dan menanyakan apakah ini kitab yang dimaksud.
"Setelah diteliti, ternyata benar itulah kitab sang Raja. Seketika itu Sultan Machmud melepas baju dan pangkat kesultanannya, sujud (sungkem) dihadapan S. Bonang tetapi hal itu dapat dicegah,"ucapnya.
Sunan Bonang mulai membaca dan menerangkan semua isi yang terkandung dalam kitab tadi. Isi kitab itu difahami oleh sang Raja.
Setelah semua difahami, Sultan lalu memerintahkan kepada sang Patih untuk kembali ke Minangkabau dengan sebuah pesan , Sultan Machmud akan menetap ke tanah Jawa di Bonang.
Selain itu memberi kebebasan kepada sang putri ratu (Istri) untuk memilih tetap tinggal di keratin atau menyusul ke tanah Jawa. Juga menyerahkan tahta kerajaan kepada adik baginda raja, untuk memegang pusat pemerintahan Minangkabau.
Karena kesetiaan istri kepada suami, maka menyusul ke tanah Jawa walau harus melepaskan tahta kerajaan. Akhirnya, beliau Sultan Machmud dan istrinya menjadi murid Sunan Bonang yang wafat di bumi Bonang dan dikenal dengan nama Sunan Jejeruk.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.