Polisi Putar Balik Ribuan Kendaraan di Jabar, Tes Antigen Digelar Masif

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 06 Mei 2021 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 06 525 2406809 polisi-putar-balik-ribuan-kendaraan-di-jabar-tes-antigen-digelar-masif-gVkuq7Z1Dp.jpg Pelarangan mudik di Kota Bandung (foto: Sindo/Agung)

BANDUNG - Jajaran kepolisian melakukan tindakan tegas dengan memutarbalikkan kendaraan yang disinyalir ditumpangi pemudik yang nekat pulang kampung menjelang Lebaran 2021.

Diketahui, kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 mulai berlaku hari ini, Kamis (6/5/2021) hingga 17 Mei 2021 mendatang. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menekan potensi penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Tol Ditutup untuk Mudik, Kecuali Perjalanan Dinas hingga Keluarga Sakit

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Ardimulan Chaniago menyatakan, menjelang pemberlakuan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021, jajaran kepolisian di Jabar telah lebih dulu melakukan penindakan terhadap pengguna jalan yang disinyalir pemudik.

Sebanyak 26.351 kendaraan menjalani pemeriksaan dimana 13.213 kendaraan di antaranya dipaksa memutar balik dan kembali ke daerah asal karena dianggap melakukan perjalanan pulang kampung.

Baca juga:  Nekat Mudik, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik di Tol Tangerang-Merak

Selain memutarbalikkan kendaraan pemudik, pihaknya pun menyelenggarakan tes antigen yang digelar masif di pos-pos penyekatan. Berdasarkan hasil tes, pihaknya mendapati dua orang pengguna jalan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid tes antigen.

"Dari pelaksanaan penindakan yang dilakukan di 22 polres, untuk yang negatif itu kami dapatkan 2037 orang," ungkap Erdi seusai mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Kota Bandung, Kamis (6/5/2021).

Sejauh ini, lanjut Erdi, kendaraan yang dipaksa diputar balik paling banyak berada di wilayah hukum Polresta Bandung sebanyak 1.735 kendaraan. Bukan hanya kendaraan pribadi, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap 104 kendaraan travel gelap yang terindikasi membawa pemudik.

Erdi juga mengungkapkan, pihaknya mendapati surat keterangan negatif COVID-19 berdasarkan hasil rapid tes antigen yang dibawa pengguna jalan. Namun, saat dites ulang, pengguna jalan bersangkutan ternyata positif COVID-19.

"Itu yang ditemukan beberapa hal dan saat ini sedang didalami," Imbuhnya.

Erdi menambahkan, pihaknya pun terus melakukan gerakan pemberian masker kepada para pengguna jalan di pos-pos penyekatan sejak 22 April 2021 lalu dengan jumlah masker yang digunakan mencapai 7.449 masker.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini