Asuransi Bisa Bantu Petani Hindari Kerugian Akibat Gagal Panen

Agustina Wulandari , Okezone · Jum'at 07 Mei 2021 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 1 2407069 asuransi-bisa-bantu-petani-hindari-kerugian-akibat-gagal-panen-jGUReiRv3J.jpeg Mentan SYL. (Foto: Dok.Kementerian Pertanian)

GORONTALO – Ancaman gagal panen membayangi petani di Kabupaten Gorontalo, usai banjir besar yang melanda empat desa dan dua kelurahan di Kecamatan Limboto dan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Petani yang lahannya sudah diasuransikan, dipastikan akan terhindar dari kerugian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan asuransi pertanian sangat penting bagi petani.

"Menjaga lahan pertanian adalah hal yang sangat penting bagi petani, karena mereka harus memastikan produksi tidak terganggu. Jika sampai gagal panen, petani akan menderita kerugian besar. Oleh sebab itu, kita sarankan petani memanfaatkan asuransi sebagai antisipasi jika terjadi gagal panen," tutur Mentan SYL, Kamis (6/5/2021).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

"Asuransi akan membantu petani menghadapi perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, serta serangan organisme pengganggu tanaman dan hama," katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, jika terjadi gagal panen maka asuransi akan segera menyalurkan klaim.

"Jika terjadi gagal panen, asuransi akan memberikan klaim sebesar Rp6 juta per hektare untuk lahan yang telah diasuransikan. Inilah yang membuat petani bisa terhindar dari kerugian bahkan tetap memiliki modal untuk tanam kembali," ujarnya.

Baca Juga:Β Kementan Berharap Asuransi Pertanian Dimanfaatkan di Pasaman Barat

Berdasarkan datadari Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Gorontalo, untuk Kecamatan Limboto Barat, data sementara yang diketahui sekitar 50 hektare tanaman padi yang berumur 7 sampai dengan 14 hari terendam banjir. Sementara untuk Kecamatan Limboto, di Desa Tenilo 162 hektare lahan pertanian padi umur 14-30 hari turut terendam.

Sedangkan di Kelurahan Bolihuangga seluas 87 hektare ikut terdampak, dan Kelurahan Hunggaluwa sekitar 18 hektar padi usia 26-30 hari juga terendam.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku, mengatakan ada 1300 warga terdampak banjir tersebut dengan 50 warga mengungsi ke kerabat terdekat yang tidak jauh dari rumah.

β€œDari sekitar 1300 warga terdampak banjir, Sekitar 50 jiwa mengungsi ke keluarga mereka yang terdekat, selain itu banjir juga menyebabkan kerusakan lahan pertanian warga dari empat desa dan dua kelurahan tersebut,” tutur Sumanti.

Menurutnya, sebagian lahan pertanian yang terendam banjir itu berpotensi mengalami gagal panen.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini