Gedung Putih: AS Lewati "Titik Kritis" Penanganan Pandemi Covid-19

Agregasi VOA, · Senin 10 Mei 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 18 2408248 gedung-putih-as-lewati-titik-kritis-penanganan-pandemi-covid-19-ovSC74Fy08.jpg Ilustrasi Covid-19 di AS (Foto: Reuters)

 WASHINGTON - Koordinator Satuan Tugas Penanganan Virus Corona Gedung Putih Jeffrey Zients pada Minggu (9/5) mengatakan kepada stasiun televisi CNN jika Amerika Serikat (AS)  “sedang melawati titik kritis” dan mulai berhasil melawan pandemi virus corona.

Zients mengatakan AS “memiliki cukup pasokan vaksin bagi seluruh warga Amerika,” meskipun jumlah vaksinasi harian saat ini anjlok menjadi 2,1 juta orang, atau turun 40% dibanding puncak laju vaksinasi bulan lalu.

Zients menjelaskan bahwa 58% dari warga berusia 18 tahun atau lebih di Amerika – atau hampir 149 juta orang – telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin. Presiden Joe Biden berharap akan mencapai 70% pada 4 Juli nanti ketika Amerika memperingati Hari Kemerdekaan.

Menurut dia, AS sudah berada “di jalur” untuk menjadi “semakin lebih aman, semakin lebih dekat pada kondisi normal.” Tetapi ia mengakui bahwa “setiap orang kini lelah” akan pembatasan sosial yang diberlakukan karena pandemi ini, dan mengatakan “mengenakan masker jadi menyebalkan.”

(Baca juga: Ini Foto Kakbah dari Luar Angkasa, Hasil Jepretan Astronot Jepang)

Dia mendorong warga Amerika yang belum divaksinasi untuk mau divaksinasi, juga untuk “meningkatkan kewaspadaan” dan mengenakan masker ketika berada di tengah kerumunan massa.

“Ayo tetap waspada,” tegasnya.

Ditambahkannya, meskipun jumlah warga Amerika yang divaksinasi pada 4 Juli nanti mencapai 70% dari total penduduk, negara itu akan terus melakukan vaksinasi sebanyak mungkin orang, dan jika diperlukan akan ditambah suntikan penguat; yang diharapkan akan tersedia dalam kurun waktu 1,5 tahun atau lebih dari saat ini.

(Baca juga: Selamat, Sadiq Khan Terpilih Lagi Sebagai Wali Kota London)

  • Masih ada 20% warga AS tolak divaksinasi

Secara keseluruhan 112,6 juta warga AS sudah divaksinasi penuh – atau divaksinasi dua dosis vaksin yang dikembangkan Pfizer-BioNTeach atau Moderna. Tetapi jajak pendapat menunjukkan bahwa sekitar 20% warga Amerika yang kerap mendukung mantan presiden Donald Trump mengatakan mereka tidak bersedia divaksinasi. Hal ini secara keseluruhan menyulitkan upaya meningkatkan jumlah orang yang divaksinasi.

Dalam program “This Week” di stasiun televisi ABC, Dr. Anthony Fauci, kepada penasihat medis Presiden Joe Biden dan salah seorang pakar penyakit menular terkemuka di Amerika – mengatakan salah satu faktor utama meningkatkan jumlah orang yang divaksinasi adalah dengan “menjadikan proses vaksinasi semudah mungkin,” misalnya dengan meningkatkan jumlah lokasi vaksinasi tanpa membuat janji atau appointment, dan vaksinasi secara langsung di apotik atau dikenal sebagai walk-in vaccinations.

Dia mengatakan AS juga membutuhkan “pemberi pesan yang dapat dipercaya,” seperti dokter keluarga, bintang olahraga, rohaniwan, untuk menyebarluaskan informasi tentang urgensi vaksinasi.

Saat ini ada sekitar 43.000 kasus virus corona baru setiap hari. “Kita harus membuatnya lebih rendah lagi,” terang Fauci.

Menurut John Hopkins University, sejak pandemi virus mematikan ini melanda Amerika pada Maret 2020, lebih dari 581.000 orang telah meninggal dunia dan hampir 32,7 juta orang terjangkit. Angka yang jauh lebih besar dibanding negara mana pun di dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini