Jokowi mengatakan, bulan depan dia akan ke Hunky Dory lagi. Mendengar ucapan Jokowi, Jumadi langsung menimpali, "Ditunggu."
Jumadi pun mengaku sampai tidak bisa tidur karena teringat terus akan momen bersejarah dalam hidupnya ini.
"Saya sampai enggak bisa tidur. Bentar bentar bangun, bentar bangun. Teringat terus. Enggak nyangka," ucap pria asal Lebak Teratai, Kecamatan Kerangkeng, Kabupaten Indramayu.
Sebelum Jokowi cukur di Bogor, ia telah memiliki tukang cukur langganan bernama Herman.
Pria asal Kampung Bantarjati, Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, ini sudah lebih dari 3 tahun dipercaya menjadi tukang pangkas rambut orang nomor satu di negeri ini, sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Herman masih ingat betul saat pertama kali diminta merapikan rambut Jokowi.
"Ditunjuk pemilik barbershop tempat saya bekerja," ujar pria berusia 38 tahun itu.
Herman bekerja di Shortcut Barberia, Grand Indonesia. Kebetulan anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, acap kali memangkas rambutnya di Shortcut Barberia saat sedang berada di Jakarta.
"Mas Kaesang juga kenal dengan Pak Marcello Decaran, pemilik Shortcut," kata Herman.
Ceritanya, pada tahun 2013, Kaesang memperkenalkan tukang cukur langganannya itu kepada ayahnya.
Kebetulan Jokowi memang sedang mencari tukang potong rambut. Marcello, yang kemudian menerima permintaan ajudan Jokowi via telepon, meminta Herman segera bersiap menuju rumah dinas Gubernur Jakarta di Taman Suropati.
"Pak Marcello sendiri yang antar," kata Herman.
Saat itu, mereka tiba di rumah dinas sekitar pukul 15.00 WIB. Rupanya Jokowi belum tiba. Hujan yang turun pada bulan Januari 2013 menimbulkan genangan tinggi di berbagai wilayah di Jakarta.
Herman harus menunggu dua jam karena Jokowi sibuk memantau kondisi Ibu Kota. "Beliau tidak minta model macam-macam, hanya minta dirapiin. Tak butuh lama, hanya 15 menit."
Ternyata Jokowi merasa cocok dengan kelihaian Herman memainkan gunting. Sejak hari itu, secara rutin sebulan sekali, Herman dipanggil ke rumah dinas gubernur.
Ketika Jokowi akhirnya terpilih menjadi presiden, Herman tak menyangka masih mendapat kepercayaan tersebut.
"Saya juga kaget. Kirain sudah enggak dipakai lagi," ujar ayah satu anak itu.
Malam hari setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden, Herman diminta datang ke Istana Negara. Kali ini bukan gubernur yang menjadi kliennya, melainkan penguasa Republik.
"Deg-degan banget. Walaupun udaranya dingin, tetap saja keringetan. Padahal sudah biasa motong beliau," kata Herman.
Empat prajurit Paspampres berjaga di sudut ruangan. "Pak Jokowi sih biasa saja, tetap ramah dan tidak berubah."
Bagi Herman, bukan jumlah duit yang membuatnya selalu memangkas rambut Presiden Jokowi dengan takzim. Baginya, kepercayaan yang diberikan Jokowi merupakan sesuatu yang tak bisa diukur dengan materi.
"Diberi kesempatan memotong rambut Presiden merupakan kebanggaan tersendiri dan tak ternilai," kata Herman.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.