Keracunan Massal Usai Buka Puasa, Satu Warga Karanganyar Meninggal

Bramantyo, Okezone · Senin 10 Mei 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 10 512 2408381 keracunan-massal-usai-buka-puasa-satu-warga-karanganyar-meninggal-SDvx5302iU.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

KARANGANYAR - Warga RT 03 RW 08, Desa Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, yang mengalami keracunan massal usai buka puasa bersama pada Sabtu (8/5/2021). Salah seorang korban meninggal dunia akibat keracunan.

Informasi yang didapat dari salah satu relawan Karanganyar Emergency Rifan Feirnandhi, satu warga meninggal karena diduga keracunan itu bernama Parwiro Darmi (70).

"Satu orang warga yang alami keracunan atas nama Parwiro Darmi, meninggal dunia," ujar Rifan, Senin (10/5/2021).

Menurut Rifan, korban meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di RSUD Kartini Karanganyar. Untuk memastikan penyebab keracunan, saat ini jenazah tengah diautopsi.

"Masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya. Meninggal saat dirawat di RSUD Kartini Karanganyar," tutur Rifan.

Sementara itu, Kapolsek Karangpandan, Iptu Tri Pujianto saat dikonfirmasi adanya warga yang diduga meninggal dunia, membenarkan.

Menurut Kapolsek, Parwiro Darmi meninggal sekira pukul 3.00 WIB. Saat ini jenazah masih diotopsi di RSUD Moewardi Solo.

Baca Juga : Warga Keracunan Massal Usai Tukar Makanan untuk Buka Puasa

"Benar, satu warga sekira pukul 3.00 WIB dini hari, meninggal dunia. Saat ini jenazah masih di RSUD Moewardi," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (10/5/2021).

Sebagaimana diketahui, keracunan massal akibat makanan terjadi Dusun Tuk Ringin, RT 03, RW 08 Desa Gerdu di Kecamatan Karangpandan, Karanganyar.

Warga keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan saat berbuka puasa, pada Sabtu 8 Mei 2021.

Saat itu warga RT 03 RW 08 Desa Gerdu, Karangpandan, mengonsumsi makanan nasi oseng-oseng kancang panjang, tempe bacem, dan telur bacem di Masjid At-Taubah.

"Namun, pada hari Minggu 9 Mei 2021, korban merasakan mual-mual, pusing, muntah, pegal di badan. Karena tidak berkurang kemudian dilaporkan ke Polsek Karangpandan," ujarnya.

Namun jumlah warga yang merasakan gejala serupa terus bertambah. Hingga akhirnya terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.

Sedangkan untuk sampel makanan saat ini sudah berada di Laboratorium untuk memastikan penyebab warga keracunan.

"Untuk sempel makanan sudah dibawa Pak Warsito Puskesmas Karangpandan. Data korban masih pendataan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini