JAKARTA - Masyarakat Indonesia akan menyaksikan fenomena Gerhana Bulan Total atau fenomena Super Blood Moon di langit Indonesia pada Rabu (26/5/2021), bertepatan dengan Hari Raya Waisak tahun 2565.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merinci, puncak gerhana ini dapat disaksikan langsung tanpa alat bantu optik pada pukul 18.46 WIB di wilayah barat Indonesia, 19.46 WITA di wilayah tengah Indonesia, dan pukul 20.46 WIT di wilayah Timur Indonesia.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan, fenomena GBT merupakan peristiwa yang sangat spesial karena hanya terjadi 195 tahun sekali.
Proses gerhana bulan total kali ini akan berlangsung selama 3 jam 7 menit yang akan diawali gerhana penumbra pada pukul 15.46.37 WIB dan kontak terakhir penumbra pukul 20.51.16 WIB yang mengakhiri seluruh proses gerhana. Durasi puncak gerhana akan berlangsung selama 14 menit dan 30 detik.
Baca juga: Gerhana Bulan Total, BMKG Imbau Waspada Potensi Gelombang Tinggi
Gerhana bulan fenomenal beberapa kali terjadi di Indonesia dan dunia, berikut daftarnya:
28 Juli 2018
Gerhana bulan ini bisa diamati di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana bulan ini memiliki fase totalitas terlama hingga lebih dari 100 tahun ke depan . Fase totalitas gerhana bulan berlangsung selama 103 menit.
31 Januari 2018
Gerhana dengan julukan Super Blue Blood Moon ini termasuk langka. Gerhana ini akan terjadi lagi setelah 100 tahun. Saat gerhana berlangsung, bulan berwarna merah darah dan tampak lebih besar di saat normal.
Fenomena ini terjadi di seluruh dunia meski dalam waktu yang berbeda-beda. Saat gerhana berlangsung, bulan berwarna merah darah dan tampak lebih besar di saat normal. Fenomena ini termasuk langka dan akan terjadi setelah 100 tahun.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.