Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gagas Wawasan Nusantara, Mochtar Kusumaatmadja Catatkan Tinta Emas

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Minggu, 06 Juni 2021 |15:23 WIB
Gagas Wawasan Nusantara, Mochtar Kusumaatmadja Catatkan Tinta Emas
foto: ist
A
A
A

BANGSA Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya. Mochtar Kusumaatmadja tutup usia di Rumah Sakit Siloam, karena sakit Minggu (6/6/2021) pagi.

(Baca juga: Detik-detik Mochtar Kusumaatmadja Menghembuskan Napas Terakhir)

Rencananya, Mochtar dimakamkan sore ini pada pukul 15.30 WIB di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan.

Sosok Mochtar Kusumaatmadja sangat berjasa bagi civitas Universitas Padjadjaran (Unpad) maupun Indonesia secara keseluruhan.

Dilansir unpad.ac.id, Mochtar Kusumaatmadja merupakan Guru Besar Fakultas Hukum Unpad sejak 1970. Setelah itu dia menjabat sebagai Rektor pada 1973-1974. Namun masa jabatannya sebagai Rektor Unpad singkat, karena Presiden Soeharto pada 1974 menunjuknya sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1974-1978 lalu Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978-1988.

(Baca juga: Sekelompok Orang Ngamuk di Pasar Minggu, Obrak-abrik Warung Pecel Lele dan Bacoki Pembeli)

Mochtar lahir di Batavia, 17 Februari 1929. Dia mulai aktif mengajar di FH Unpad pada 1959. Sejak menjadi dosen, nama Mochtar Kusumaatmadja tidak dapat dipisahkan dari perjalanan karier FH Unpad, terutama dalam pengembangan pendidikan hukum di Indonesia. Di bidang keilmuannya, Prof. Mochtar merupakan pakar hukum laut dan internasional.

Salah satu torehan terbesar Mochtar Kusumaatmadja terhadap Indonesia adalah gagasannya mengenai Wawasan Nusantara. Berawal dari gagasan batas teritorial laut Indonesia pada 1957 melalui Deklarasi Djuanda, konsep Wawasan Nusantara akhirnya diakui konstitusi internasional atas konsistensi perjuangan Prof. Mochtar di tingkat PBB pada 1982. Perjuangan ini dilakukan Mochtar selama hampir 25 tahun.

Saat ini, Wawasan Nusantara tetap menjadi landasan Indonesia dalam menentukan batas teritorial wilayah serta upaya merajut semangat kebangsaan di segenap penjuru negeri dalam menciptakan ketahanan nasional.

Selain menjabat sebagai menteri, Mochtar Kusumaatmadja pernah menjabat sebagai diplomat. Keahliannya bernegosiasi menjadikan Mochtar sebagai diplotamat ulung. Ia sering mewakili Indonesia pada beberapa konferensi internasional di PBB.

Dikutip dari buku “Biografi Rektor-rektor Universitas Padjadjaran”, 2019, selama menduduki karier sebagai diplomat, Mochtarlah yang pertama kali mencetuskan perlunya diplomasi kebudayaan.

Mochtar menganggap bahwa diplomasi kebudayaan bertujuan untuk mengenalkan citra budaya Indonesia di luar negeri, sehingga terbina pemahaman yang lebih baik tentang masyarakat Indonesia. Lebih jauh lagi akan tercipta kerja sama pembangunan Indonesia lewat hubungan pariwisata, penanaman modal, dan ekspor non-migas.

Selain menjabat sebagai Rektor, Mochtar juga pernah menduduki sejumlah jabatan di Unpad, yaitu Dekan FH Unpad 1962-1963, 1967-1968, dan 1969-1967; Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni 1966-1969; serta Pembantu Rektor Bidang Akademis dan Ekstension 1969-1973.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement