Uang Rp20 Miliar untuk Pengobatan Orangtua di Rekening Bank Raib, Nasabah Ini Ngamuk

Herman Amiruddin, Okezone · Minggu 13 Juni 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 609 2424526 uang-rp20-miliar-untuk-pengobatan-orangtua-di-rekening-bank-raib-nasabah-ini-ngamuk-jKiN2f3evC.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

MAKASSAR - Seorang nasabah bernama Hendri (41) mengamuk setelah uang nya yang didepositokan senilai Rp20 miliar hilang dari tabungannya.

Nasabah bank plat merah ini mengamuk lantaran uang yang didepositokan sejak 2019 lalu di bank negara tesebut raib.

Hendrik mengaku uang didepositokan rencananya akan digunakan untuk biaya pengobatan orang tuanya, Heng Pao yang saat ini terbaring sakit.

"Uang itu untuk masa tua orang tua saya dan untuk pengobatan orang tua saya," kata Hendrik kepada wartawan Minggu 13 Juni 2021.

Hendrik bersama bapaknya tak menyangka uangnya akan hilang. Hendrik melalui kuasa hukumnya meminta kejelasan kepada pihak bank

"Kejadian ini menghilangkan rasa kepercayaan masyarakat. Kerugian saya sebesar Rp20 miliar," lanjutnya.

Kuasa hukum Hendrik, Basri mengatakan saat ini pihaknya telah menempuh seluruh jalur hukum, agar pihak bank segera mengembalikan uang kliennya.

"Tapi yang kita inginkan agar pihak bank bisa mengembalikan uang klien kami," ungkap Basri.

Basri menjelaskan pada 21 Maret lalu kliennya ingin mencairkan bunga depositonya, namun, bunga yang dijanjikan sebesar 8,25 persen tidak masuk ke rekening depositonya.

"Sejak itu bunganya tidak ada masuk ke rekening klien kami hingga sekarang," ungkapnya.

Sementara itu pihak bank, Bimawan Singgih Yulianto mengatakan pihaknya akan menghormati proses hukum dan saat ini masih menunggu keputusan hukum.

"Pada prinsipnya kami ini adalah bank plat merah, segala sesuatunya kami menunggu dari proses hukum dan apa pun keputusan hukum kami tetap hormati itu," kata Bima.

Bima menjelaskan bahwa komplain nasabah telah ditindaklanjuti dengan melaporkan oknum pegawai yang diduga menghilangkan uang nasabah ke pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.

"Kita sendiri yang melaporkan ke polisi dan saat ini dalam penyelidikan. Ada oknum pegawai yang telah kita laporkan," lanjutnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini