Waduh, 577 Orang di Surabaya Kabur saat Hendak Dites Swab Covid-19

Aan haryono, Koran SI · Rabu 16 Juni 2021 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 519 2425875 waduh-577-orang-di-surabaya-kabur-saat-hendak-dites-swab-covid-19-tJubZYttao.jpg Tes Swab Antigen di Surabaya. (Foto: Aan Haryono)

SURABAYA - Tes swab masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang. Mereka memilih untuk menghindar dan lari ketika ada petugas yang akan melakukan tes swab secara dadakan setelah munculnya varian Covid-19 dari India.  

Satgas Covid-19 Surabaya mencatat, sebanyak 577 orang yang terjaring penyekatan memilih kabur saat akan dilakukan swab antigen. Dengan rincian, 504 warga luar kota dan 73 warga Surabaya.

Baca juga: Deteksi Varian Delta Covid-19, Pemerintah Masifkan Genome Sequencing

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menuturkan, saat dipanggil oleh petugas untuk dilakukan swab antigen, mereka tidak ada di lokasi. Mereka pergi dengan meninggalkan KTP di posko penyekatan sebelum mengikuti rapid antigen.

"Ada sekitar 577 warga yang terkena screening ini ketika dipanggil untuk dilakukan swab antigen tidak di lokasi. Jadi mereka meninggalkan KTP di posko penyekatan," kata Febri, panggilan akrabnya, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Waspada! Covid-19 Varian Delta dari India Cepat Menular Lewat Orang Tanpa Gejala

Ia melanjutkan, semua tindakan ini tentu sangat berisiko. Sebab, kondiri kesehatan warga tersebut belum diketahui. Apalagi mereka diketahui melakukan perjalanan dari luar kota. 

"Ini kan cukup berisiko karena kita tidak tahu kondisi kesehatan seperti apa. Karena itu kita mengambil langkah antisipasi," tegasnya.  

Langkah antisipasi yang dimaksud adalah bersurat ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disendukcapil) Surabaya agar warga yang kabur tidak mencetak ulang KTP dengan alasan kehilangan. 

"Jadi seandainya warga Surabaya ini menyatakan atau minta syarat kehilangan dari kepolisian untuk dicetakkan KTP lagi di Dispendukcapil, maka nanti akan diketahui," ungkapnya.

Febri juga menegaskan, Satgas Covid-19 Surabaya juga melakukan tracing kepada warga Kota Pahlawan yang terjaring penyekatan dan menghindar saat akan dirapid antigen. Melalui data KTP yang ditinggalkan di posko penyekatan, petugas akan mendatangi rumah tinggalnya.

"Kalau itu warga Surabaya kita lakukan tracing karena kita tidak tahu kondisi kesehatannya seperti apa. Dari 73 warga yang meninggalkan KTP di posko penyekatan, 5 orang sudah mengambil di kantor Satpol PP setelah dilakukan rapid antigen dengan hasil negatif," ujarnya.

Menurutnya, hal yang sama juga berlaku bagi warga luar Surabaya yang meninggalkan KTP di posko penyekatan karena menghindari swab antigen. Satgas Covid-19 melalui Dispendukcapil Surabaya, telah menyurati Dispendukcapil daerah tempat tinggal warga tersebut. 

"Kalau warga itu minta dicetakkan KTP baru lagi karena alasan kehilangan, maka agar ditahan dulu, karena KTP-nya berada di kantor Satpol PP Surabaya," katanya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini