Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Respon Cepat, Kementan Kawal Petani Purwakarta Kendalikan Tikus

Agustina Wulandari , Jurnalis-Selasa, 29 Juni 2021 |12:31 WIB
Respon Cepat, Kementan Kawal Petani Purwakarta Kendalikan Tikus
Kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) serangan hama tikus. (Foto: Dok.Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian)
A
A
A

PURWAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus melakukan koordinasi dan kerja sama bersama stakeholder Tanaman Pangan. Menurut Dirjen Tanaman Pangan Suwandi, hal itu dilakukan untuk mendukung upaya pengamanan produksi padi dari serangan hama dan penyakit. Sehingga target produksi untuk memenuhi kebutuhan makan lebih dari 271 juta jiwa penduduk indonesia dapat tercapai, seperti yang diamanatkan oleh Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (Mentan SYL).

Salah satu bentuk koordinasi dan kerja sama tersebut adalah kegiatan gerakan pengendalian (gerdal) tikus di Desa Kertamukti, Kecamatan Cempaka (Kelompok Tani Sugih Mukti) dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait. Pemerintah pusat yang turut hadir yaitu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, Kementerian Pertanian diwakili oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (Ditlin TP) dan Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT).

Perwakilan dari pemerintah daerah hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta, Kepala LPHP Satpel wilayah II Subang dan Kortikab POPT, Camat Campaka, Kepala Desa Kertamukti, petugas POPT, dan penyuluh pertanian setempat.

Desa Kertamukti (Kecamatan Campaka), Desa Cibening Bungursari dan Desa Cibatu (Kecamatan Cibatu) adalah lokasi pertanaman padi di Kabupaten Purwakarta yang mengalami serangan hama tikus sehingga mengakibatkan kerusakan beberapa hektar tanaman padi dan mengancam puluhan hektare di sekitarnya. Gerdal merupakan bentuk respon cepat stakeholder atas serangan hama tikus tersebut.

Dijelaskan oleh Koordinator Kabupaten Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Kortikab POPT) Purwakarta Jaya Mulya, bahwa serangan hama tikus di Purwakarta terjadi secara spot-spot dan sudah dikendalikan oleh petani bersama pemerintah.

Ia mengungkapkan, serangan hama tikus saat ini terjadi spot-spot di beberapa lokasi, yaitu di Kecamatan Campaka, Bungursari, dan Cibatu. Serangan di Kecamatan Campaka tepatnya di Desa Kertamukti sudah merusak lima hektare tanaman padi dan saat ini sudah dikendalikan oleh petani bersama pemerintah.

“Kami mengendalikan dengan cara gropyokan dan pengemposan di lubang-lubang aktif tikus dengan racun belerang. Di lokasi lain juga sedang proses dan persiapan pengendalian,” ujarnya.

Baca Juga: Sragen Diserang Hama, Belasan Ribu Tikus Mati Dibantai Petani

Kepala LPHP satuan pelayanan (Satpel) wilayah II Subang Iduk menyatakan, untuk mengatasi serangan hama tikus di Purwakarta ini semua stakeholder telah bekerja sama dan bahu membahu melaksanakan pengendalian.

“Untuk mengatasi serangan hama tikus ini kami telah bekerja bersama-sama untuk mengendalikannya. Sarana dan prasarana pengendalian tikus dibantu oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, BBPOPT-Jatisari, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Purwakarta, LPHP Satpel Wilayah II Subang, dan kelompok Tani,” tuturnya.

Ia menambahkan, seperti biasa, sebelum gerdal pihaknya selalu memberikan bimbingan teknis terlebih dahulu kepada para petani mengenai kondisi serangan tikus, faktor pendukung, dan cara pengendalian yang baik dan benar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan, terkait serangan hama tikus dan pengamanan produksi padi menyatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Kementan untuk melakukan pengendalian hama tersebut.

“Kami akan terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Kementan serta pihak-pihak terkait untuk terus melakukan gerdal tikus di lokasi-lokasi serangan tikus,” ucapnya.

Abriani Fensionita selaku Koordinator Pengendalian OPT Serealia-Ditlin TP menjelaskan, kunci keberhasilan pengendalian hama tikus itu dimulai dari pra tanam sampai panen. Lakukan pengamatan rutin dan pelaksanaan gerakan pengendalian harus serempak, kompak, dalam areal yang luas.

“Untuk jangka panjang, petani wajib melakukan tanam serempak dan memanfaatkan musuh alami yang ada di alam seperti burung hantu. Kita harus menjaga keberadaan burung predator tikus tersebut, jangan diburu, buatkan rumah-rumah burung hantu (rubuha/pagupon) di lahan persawahan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, petani juga harus menjaga kebersihan lahan agar efektif lakukan pengendalian hama tikus itu pada saat lahan dalam kondisi bera/pra tanam dengan gropyokan dan pengemposan.

Kegiatan Gerdal (Gerakan Pengendalian). (Foto: Dok.Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian)


Dihubungi di Jakarta, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Mohammad Takdir Mulyadi, menyatakan dukungannya untuk mengawal dan melakukan pengendalian OPT.

“Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan selalu berkoordinasi dan mendukung petani dalam mengendalikan hama tikus. Kita menyediakan sarana pengendalian seperti racun tikus (umpan) atau bahan pengasapan yang alokasikan di gudang-gudang Brigade Perlindungan Tanaman (BPT),” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan bimbingan teknis pengendalian hama bagi petugas dan petani jika dibutuhkan. Silahkan pergunakan sarana yang tersedia sesuai kebutuhan.

“Untuk menangani serangan hama tikus di Purwakarta, Ditlin TP juga sudah menurunkan tim ke lokasi untuk mengawal petani mengendalikan hama tersebut,” ucapnya.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement