853 Orang Meninggal dalam Sehari, India Catat 400.000 Kematian Akibat Covid-19

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 02 Juli 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 18 2434417 india-catat-400-000-kematian-terkait-virus-corona-4dWFbrlSKc.jpg ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Jumlah kematian yang terkait dengan virus corona di India telah melampaui angka 400.000. Angka itu dicapai di saat India berupaya untuk mempercepat upaya vaksinasinya. 

Menurut penghitungan Reuters, India menambahkan 100.000 kematian dalam 39 hari, ketika gelombang kedua infeksi Covid-19 melanda kota-kota dan ke pedesaan di negara itu. Menurut data pemerintah pada Jumat (2/7/2021) India mencatat 853 kematian, melampaui angka 400.000, menurut data kementerian kesehatan.

Para ahli memperingatkan bahwa jumlah kematian sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena banyak kematian tidak tercatat secara resmi.

BACA JUGA: Banjir Musiman India Hanyutkan Puluhan Mayat Korban Covid ke Sungai Gangga

India berada di urutan ketiga, di belakang Amerika Serikat (AS) dan Brasil, dalam daftar negara yang telah mencatat 400.000 kematian akibat Covid-19. Negara Asia Selatan it telah mencatat 30 juta kasus virus corona yang terkonfirmasi, kedua setelah AS.

Jumlah kasus harian rata-rata di India berada di angka 40.000 dalam beberapa hari terakhir, turun dari puncaknya, 400.000 per hari pada Mei. Penurunan jumlah sebagian besar disebabkan oleh penguncian ketat oleh negara bagian.

Tetapi para ahli telah memperingatkan gelombang ketiga yang akan datang.

Kurang dari 5 persen dari populasi negara itu telah divaksinasi penuh sejak awal perjalanan pada bulan Januari.

BACA JUGA: 2.500 Warga India Jadi Korban Vaksin Palsu Berisi Larutan Garam

Pemerintah federal bertujuan untuk memvaksinasi semua orang India pada akhir tahun ini, tetapi upaya itu terhambat oleh langkah yang lambat, kekurangan dosis dan keraguan terhadap vaksin.

India saat ini menggunakan dua vaksin buatan sendiri: Covishield dan Covaxin. Sputnik V Rusia juga telah disetujui untuk digunakan dan digunakan dalam jumlah tertentu.

Pemerintah sekarang berlomba untuk menopang pasokan vaksinnya, berharap untuk dipersiapkan dengan baik setelah gelombang kedua yang mematikan membanjiri sistem perawatan kesehatan negara yang rapuh.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini