Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Kisah Pertempuran Pasukan Inggris Vs Prajurit Napoleon di Batavia

Doddy Handoko , Jurnalis-Rabu, 07 Juli 2021 |08:00 WIB
Kisah Pertempuran Pasukan Inggris Vs Prajurit Napoleon di Batavia
Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

PADA 26 Agustus 1811 terjadi pertempuran di Mester Cornelis (sekarang Jatinegara) dan Matraman, Batavia, antara pasukan Inggris dan Perancis.

Kolonel (Purn) Jean Rocher, dalam bukunya Sejarah Perang Napoleon di Jawa, menuliskan bagian barat benteng dibatasi Sungai Ciliwung dari belakang Jalan Otista 1A hingga di ujung Jalan Slamet Riyadi 4. Tembok utara benteng adalah wilayah di sepanjang Jalan Kestarian 9 dan Jalan Palmeriam.

Rocher mengumpulkan pelbagai arsip dan catatan dari pihak yang berperang, yakni catatan versi Perancis yang dibukukan dalam L’ile de Java Sous la Domination Francaise karya Octave JA Collet yang diterbitkan di Brussel, Belgia, tahun 1910 .

Di catatan Major William Thorn, perwira Inggris menulis memoar pertempuran Mester Cornelis dalam Memoir of the Conquest of Java yang diterbitkan di London tahun 1815.

Baca Juga: Kisah Pemberontakan di Atas Kapal Batavia Menuju Hindia Belanda

Napoleon waktu itu—awal dekade 1800—nyaris menguasai Eropa, saudaranya, Joseph Bonaparte, dijadikan Raja Spanyol . Napoleon juga menjadikan seorang kerabatnya menjadi penguasa Belanda yang diduduki.

Louis Bonaparte atau dikenal sebagai Lodewijk Bonaparte secara resmi menjadikan Belanda sebagai bagian Perancis pada 1811 menjelang Inggris menyerbu Pulau Jawa.

Perwira kepercayaan Napoleon Bonaparte, Herman Willem Daendels, menyiapkan perkubuan dan Jalan Raya Pos dari Anjer-Panaroekan untuk mempertahankan Jawa dari serbuan Inggris yang berpusat di Madras, India.

Daendels digantikan Jansens. Komandan tempur dijabat oleh Jenderal Jean Marie Jumel yang dibantu sekitar 150 perwira dan prajurit Perancis.

Pertempuran tidak seimbang terjadi, operasi amfibi Inggris di Tjilintjing pada 4 Agustus 1811 berlangsung mulus. Terjadi pertempuran di Ancol dan berlanjut di sekitar Jalan Pangeran Jayakarta pada 5 Agustus dan pertempuran di Weltevreden (sekitar Gambir-Pejambon) pada 9-10 Agustus.

Pasukan Inggris terus maju, Pasukan Napoleon mundur ke benteng Mester Cornelis untuk bertahan dan membombardir posisi Inggris yang terhenti hingga 26 Agustus 1811.

Malam tanggal 26, satu unit pasukan Inggris berhasil menerobos garis pertahanan Perancis di dekat Jalan Kayu Manis 10, lalu menyerbu perkubuan Perancis nomor dua, tiga, dan empat.

Setelah garis pertahanan jebol, beberapa perwira Perancis memilih menghancurkan poudriere (gudang amunisi) di dekat Kompleks TNI AD Urip Sumohardjo.

Ledakan dahsyat dan orang yang tewas membuat pasukan Inggris hanya menemukan kesunyian di sana. Itulah sebabnya tempat itu disebut Gang Solitude (kesunyian). Sisa pasukan lari ke Buitenzorg dan ke Semarang. Pertempuran terakhir terjadi di Ungaran.

Pertempuran itu antara 20.000 pasukan Inggris dan 12.000 serdadu gabungan Perancis, Belanda, dan Jawa. Namun, peristiwa itu terlupakan, baik di Indonesia maupun Eropa.

Saksi bisu pertempuran berdarah Pasukan Inggris-India melawan pasukan Napoleon yang berintikan serdadu Perancis-Belanda dan Jawa lokasinya di saluran air sedalam 3 meter dengan lebar 4 meter, membentang di belakang jalan Matraman di sepanjang jalan Palmeriam 2, Jakarta Pusat.

Saluran air di sisi barat jalan Palmeriam 2 yang mengular ke arah selatan di dekat Jalan Kemuning dekat Stasiun Jatinegara dan Jatinegara Timur 3, merupakan batas timur perbentengan Mester Cornelis yang menjadi pusat pertahanan pasukan Napoleon di Batavia.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement