Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Kisah Pageblug Wabah Sampar atau Pes Renggut Ribuan Nyawa di Jawa

Doddy Handoko , Jurnalis-Sabtu, 10 Juli 2021 |07:38 WIB
Kisah Pageblug Wabah Sampar atau Pes Renggut Ribuan Nyawa di Jawa
Ilustrasi.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

PES atau sampar adalah penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh enterobakteria yersinia pestis (dinamai dari bakteriolog Prancis A.J.E. Yersin). Penyakit pes disebarkan oleh hewan pengerat (terutama tikus).

Satu sampai tujuh hari setelah terpapar bakteri, gejala mirup flu itu berkembang. Gejala-gejala tersebut antara lain demam, sakit kepala , dan muntah, serta pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening , terjadi di area yang paling dekat dengan tempat bakteri masuk ke kulit. Kadang-kadang, pembengkakan kelenjar getah bening, yang dikenal sebagai " buboes.

FX. Domini B.B. Hera , sejarawan dan peneliti di Pusat Studi Budaya dan Laman Batas Universitas Brawijaya, Malang, seperti ditulis Tempo menceritakan , sang ibu bercerita kepadanya tentang kejadian pada 1911, saat kota mereka dihantam pagebluk pes.

Baca Juga: Kisah Sunan Gunung Jati Bangun Vihara di Banten

Penyakit itu dibawa kutu tikus yang terjangkit bakteri Yersinia pestis. “Banyak penduduk mati. Ketemu pagi, sorenya meninggal. Sore ketemu, malamnya meninggal. Petani juga tak berani ke sawah dan mencari pakan sapi karena takut tertular,” ujarnya.

Penyebab Pes diketahui gara-gara tikus yang terbawa beras dari Burma ke Jawa. Historia menulis, bencana diawali dari paceklik yang melanda Jawa. Persediaan beras berkurang drastis hingga kekurangan.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda lantas mengimpor beras dari Burma, India, dan Tiongkok. Per Agustus 1910, peningkatan jumlah impor terjadi hingga bulan berikutnya.

Beras impor itu dikirim lewat kapal-kapal dan berlabuh di Surabaya. Dari Surabaya, beras diangkut kereta api ke daerah di selatan Surabaya yang mengalami paceklik.

Bersamaan dengan kebijakan impor beras itu, Burma sedang dilanda wabah pes. Namun, para petugas tidak mencurigai banyaknya tikus mati dan kutu-kutu saat muatan sampai di Sidoarjo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement