Pengamatannya, pengetesan dan pelacakan di Provinsi Jawa Timur terbilang kecil yakni hanya 1 berbanding 8 atau jauh dari syarat yang ditetapkan WHO. "WHO mensyaratkan 30 pelacakan kontak erat. Kemenkes belakangan lebih longgar hanya 15."
"Kalau provinsi saja kecil, apalagi kabupaten dan kota."
"Di masa akut begini seharusnya melakukan tracing, karena kita harus mencari penular, kalau enggak akan menulari terus."
Catatan lembaga pemantau Lapor Covid, menurut data pengaduan masyarakat yang diperbarui Rabu 14 Juli 2021 pagi, total kematian di luar rumah sakit di Indonesia mencapai 547 orang. Tertinggi ada di Jawa Barat dengan 209 kematian, 104 orang meninggal di Yogyakarta, 65 orang di Banten, 63 orang di Jawa Timur, 51 orang di DKI dan 36 orang di Jawa Tengah
Adapun Data Satgas Penanggulangan Covid-19 menunjukkan angka kematian di Jawa Timur tertinggi dari provinsi lain di Indonesia yaitu 13.821 orang, per Selasa 13 Juli. Sementara jumlah kasus positif virus corona di sana mencapai 191.958.
Pendiri Centre for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) yang juga Penasihat Senior Urusan Gender dan Pemuda untuk Direktur Jenderal WHO, Diah Saminarsih, mengatakan pemerintah Indonesia semestinya bisa jauh-jauh hari mengantisipasi kondisi krisis ini dengan berkaca pada kasus India.
Pasalnya Indonesia sudah diberikan contoh masifnya pengetesan dan pelacakan dalam pertemuan WHO pada 6 dan 30 Juni tentang apa yang terjadi di India.
Dalam kondisi darurat ini, ia berharap pemerintah Indonesia segera menambah tenaga kesehatan dan memenuhi ketersediaan tabung oksigen dan obat-obatan untuk mencegah kematian semakin tinggi.
Apa kata pemerintah?
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengakui perlu menambah dokter dan perawat melihat sejumlah rumah sakit di pelbagai daerah sudah kelebihan kapasitas. Untuk dokter, ia berkata setidaknya ada kebutuhan 3.000 dan perawat membutuhkan 20 ribu orang.
Para perawat itu, sambungnya adalah mereka yang sudah lulus sekolah keperawatan dan lolos uji kompetensi.
"Kita juga melihat dokter-dokter yang akan selesai internship-nya di tahun ini ada sekitar 3.900. Jadi kami juga sudah mempersiapkan dokter-dokter tersebut yang baru lulus internship untuk segera masuk," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin 12 Juli 2021.
Selain menambah tenaga kesehatan, pemerintah Indonesia juga menambah rumah sakit darurat khusus Covid-19, termasuk kamar isolasi.
Di antaranya RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede dengan kapasitas 774 tempat tidur, RS Pasar Rumput berkapasitas 5.952 tempat tidur, dan RS Paviliun Kirana RSCM yang memiliki 394 tempat tidur.
"Untuk RS Asrama Haji hanya menerima pasien rujukan dari rumah sakit atau puskesmas. Jadi tidak bisa langsung kesana tanpa rujukan. Pasien yang akan ditempatkan di sana adalah pasien bergejala ringan sampai sedang," tutur Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono.
Selain itu, Hadi juga mengatakan akan mendirikan rumah sakit lapangan di daerah-daerah.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.