Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah 3 Santri, Sakit Gigi ke Singapura, dan Fungsi Humor Bagi Gus Dur

Doddy Handoko , Jurnalis-Minggu, 18 Juli 2021 |07:20 WIB
Kisah 3 Santri, Sakit Gigi ke Singapura, dan Fungsi Humor Bagi Gus Dur
Foto: Istimewa.
A
A
A

Fungsi humor yang kedua adalah sebagai sarana pengendalian diri agar seorang cendekiawan tidak terjebak dalam sikap arogansi karena hanyut pada berbagai previlese sosial.

Namun justru melalui humor, seorang cendekiawan bisa menertawakan diri sehingga tidak mudah emosi dan tersinggung ketika menerima kritik.

“Gus Dur selalu menertawakan dirinya sendiri dan bahkan agamanya sendiri. Tujuannya supaya orang itu tidak mudah baper (bawa perasaan atau tersinggung),” katanya.

Zastrouw kemudian mengungkap cerita Gus Dur dengan latar pesantren. Dalam sebuah pengajian, tiga santri di hadapan kiai menyebutkan namanya masing-masing.

Santri pertama, ditanya identitas nama oleh sang kiai. “Nama saya Anas, kiai.” Setelah menyebutkan nama, santri itu lantas diminta untuk membacakan surat Annas yang terdapat dalam Al-Quran.

“Saya Al-Kautsar, kiai,” santri kedua menjawab pertanyaan yang sama. Lalu ia diminta pula untuk membaca surat Al-Kautsar. Dengan mudahnya, ia dan Anas membacakan surat yang sama dengan namanya sendiri.

Santri ketiga juga ditanya oleh kiai. Ia menjawab, “Nama saya Ali Imron kiai, tapi saya biasa dipanggil Qulhu.”

Menurut Zastrouw, dengan bercerita seperti itu, Gus Dur seperti ingin menjelaskan suatu makna tentang seorang kiai yang dalam memberikan pengajaran dengan cara-cara dialogis dan tidak berjarak.

Lalu fungsi ketiga, humor bisa mencairkan ketegangan dan mengubah suasana yang semula kaku atau beku menjadi lebih segar.

Hal demikian bisa memancing tumbuhnya kreativitas. Bahkan dalam beberapa penelitian sosiologi, humor dapat meningkatkan imunitas dan ketegangan pun bisa hilang.

“Bahkan bisa meningkatkan fungsi saraf yang terganggu. Itu (humor untuk mencairkan ketegangan) sudah dilakukan oleh Gus Dur,” tegas Pakar Sosiologi Universitas Indonesia ini.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement