Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
898

Ketua DPD Minta Booster Vaksin Ketiga untuk Nakes Dipercepat

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Jum'at, 30 Juli 2021 |07:51 WIB
Ketua DPD Minta Booster Vaksin Ketiga untuk Nakes Dipercepat
Ketua DPD RI Lanyala Mattalitti.(Foto:Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendesak agar Kementerian Kesehatan RI mempercepat vaksin booster ketiga moderna untuk tenaga kesehatan (nakes).

"Tenaga kesehatan harus dilindungi, karena memiliki risiko tinggi tertular virus. Mereka berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19," ujar LaNyalla Mattalitti, Kamis (29/7/2021).

Ia menyebutkan, meskipun sudah divaksinasi dua tahap, namun para nakes perlu segera diberikan vaksinasi penguat (booster) yang sudah diumumkan sejak tiga pekan lalu.

Baca Juga: Ketua DPD RI: Pelaku Pungli Penyaluran BST PPKM Harus Ditindak Tegas!

"Tapi banyak nakes yang belum mendapatkan booster ini. Saya minta Kemenkes mempercepat vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan. Pasalnya ini menyangkut nyawa dan sudah ribuan nakes gugur dalam penanganan Covid-19 di tanah air," kata LaNyalla Mattalitti.

Menurutnya, gugurnya para nakes merupakan kerugian besar bagi Indonesia karena sangat berdampak pada penanganan kesehatan secara keseluruhan.

"Jangan ada diskriminasi dalam pemberian vaksin ketiga. Tenaga kesehatan yang benar-benar menangani pasien langsung di rumah sakit harus didahulukan, baru kemudian tenaga pendukung lainnya yang juga bekerja di rumah sakit atau klinik," tambahnya.

Dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) baru 4% dari 1,4 juta tenaga kesehatan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan yang menerima vaksin ketiga.

(Sazili Mustofa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement