Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Stafsus Mensesneg: Pengubahan Warna Pesawat Presiden Jangan Dipolitisir

Fahreza Rizky , Jurnalis-Rabu, 04 Agustus 2021 |05:29 WIB
Stafsus Mensesneg: Pengubahan Warna Pesawat Presiden Jangan Dipolitisir
Foto: Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 atau pesawat BBJ 2 telah berganti warna dari biru langit menjadi merah putih. Biaya perawatan rutin dan pengecatan ulang itu ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Biaya ubah warna pesawat itu dikritik. Negara dianggap berfoya-foya di tengah pandemi. Begitu juga dengan warna 'merah' yang disoroti oleh kalangan politisi.

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Faldo Maldini, mengatakan warna merah putih pada badan pesawat itu sebagai simbol pemersatu bangsa. Ia berharap persoalan warna ini tidak dibawa dalam urusan politik.

"Warna merah putih itu pemersatu kita. Bukan warna merah, putih, atau warna lainnya. Dalam momen ini, kita butuh banyak simbol pemersatu, sebagai penyemangat. Kami harap soal warna ini jangan bawa-bawa politik," kata Faldo saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Selasa (3/10/2021) malam.

"Kita ingin melihat warna kebanggaan itu di atas langit dunia. Yang lama memang sudah waktunya untuk diganti. Kami berharap tidak dipolitisir," lanjutnya.

Baca juga: Heboh Ganti Cat Pesawat Presiden Rp2 M, Stafsus Mensesneg: Sudah Ada di APBN

Faldo kemudian menjelaskan pesawat Kepresidenan tidak sama dengan pesawat tempur yang digunakan untuk peperangan atau pengintaian yang membutuhkan warna tertentu untuk berkamuflase.

Karena itu yang terpenting dalam pesawat Kepresidenan adalah standar keamanannya. Maka, perawatan rutin menjadi suatu keniscayaan. Adapun pengubahan warna menjadi lebih efisien di samping perawatan yang telah dilakukan.

Baca juga: Pesawat Presiden Dicat Merah-Putih, Sudah Beroperasi Sejak 17 Juli 2021

"Istilah biru kamuflase itu ada sejak Abad ke-4 dalam catatan perperangan, untuk melakukan pengintaian. Terbukti berhasil. Kalau pesawat tempur, biasanya kebanyakan warna bawahnya terang, biar sama kayak langit, warna atasnya gelap, tergantung medannya seperti apa, biar sama kayak warna daratan. Itu buat pesawat perang," jelasnya.

"Tapi yang perlu diingat, pesawat kepresidenan bukan pesawat tempur atau pengintai. Yang penting dipastikan, standar keamanan yang tinggi tetap terjaga. Keamanan penumpang menjadi prioritas dengan perangkat teknologi yang terus di-upgrade dan di-service. Jangan sampai telat ganti oli lah. Makanya, pesawatnya masuk bengkel buat memastikan keamanannya itu," sambung Faldo.

Sebelumnya, politikus Demokrat Andi Arief mempertanyakan pengubahan warna pesawat Kepresidenan dari biru langit menjadi merah putih.

"Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera bisa juga corona. Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU. Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang," ujar Andi melalui akun Twitternya @Andiarief__.

Baca juga: Pesawat Presiden Dicat Ulang, Ini Penjelasan Istana

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement