Persiapkan Skenario Terburuk, Pentagon Kirim 3.000 Tentara AS ke Afghanistan

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 13 Agustus 2021 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 18 2455077 persiapkan-skenario-terburuk-pentagon-kirim-3-000-tentara-ke-afghanistan-XD23EB6xlP.jpg Pentagon kirim 3.000 tentara AS ke Afghanistan (Foto: CNN)

WASHINGTONJuru bicara Pentagon John Kirby membela keputusan Pentagon untuk mengirim 3.000 tentara Amerika Serikat (AS) ke Afghanistan sebagai "persiapan yang bijaksana," menunjukkan perlunya mengirim begitu banyak untuk merencanakan skenario terburuk.

"Ini tentang persiapan yang hati-hati," kata Kirby, menanggapi pertanyaan wartawan tentang mengapa AS mengirim pasukan dalam jumlah "tinggi".

"Kami ingin memastikan bahwa kami memiliki cukup dana untuk beradaptasi dengan segala kemungkinan,” lanjutnya.

"Pertanyaan Anda tentang angka yang terlalu tinggi, kami yakin itu sesuai dengan situasi keamanan yang kita lihat sekarang dan mungkin bisa kita antisipasi di masa depan," ungkapnya.

"Menteri percaya keselamatan dan keamanan rakyat kami, bukan hanya pasukan Amerika, tetapi sekutu dan mitra kami serta rekan-rekan Departemen Luar Negeri kami menjadi perhatian utama," urainya.

(Baca juga: Taliban Klaim Rebut Kandahar, Kota Terbesar Kedua Afghanistan) 

 "Dia tidak akan menambah risiko tambahan pada pergerakan aman itu,” tambahnya.

Dua dari batalyon infanteri menuju ke Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul adalah Marinir AS dan satu adalah Angkatan Darat AS, kata Kirby. Ketiga batalyon tersebut berasal dari wilayah tanggung jawab Komando Pusat, yang merupakan bagian dari militer AS yang berbasis di Timur Tengah.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah hari ini untuk mengirim pasukan AS ke Afghanistan, menyusul pertemuan tadi malam di Gedung Putih. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNN saat pertemuan itu, Biden menugaskan para penasihat keamanan nasionalnya untuk membuat rencana yang akan disampaikan kepadanya pagi ini.

(Baca juga: Taliban Rebut Bandara Afghanistan)

Menteri Pertahanan Lloyd Austin dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan memberi pengarahan kepada Biden pagi ini. Dia memberi perintah pada saat itu.

Presiden tidak menghadiri pertemuan hari ini, seperti yang dilaporkan CNN, tetapi Gedung Putih berusaha menjelaskan Biden terlibat dalam masalah ini dan “memantau dengan cermat.”

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini