MALANG - Tingginya kasus penularan Covid-19 di klaster keluarga membuat pemerintah daerah di Malang raya berupaya untuk mengevakuasi warganya ke tempat isolasi terpusat (isoter). Apalagi tak sedikit adanya kasus kematian pasien-pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman).
Di Kota Malang, ratusan pasien Covid-19 yang masih menjalani isolasi mandiri telah dievakuasi ke sejumlah tempat isolasi terpusat. "Kita isoman hampir semuanya masuk isoter. Jumlah isoter kita ada total 500 sekian," kata Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, pada Senin sore (23/8/2021).
Sutiaji menambahkan, bila dari laporan yang diterimanya sekitar 230 orang pasien Covid-19 sudah digeser ke tempat isoter. "Yang safehouse 250 orang, geser ke SKB dan hotel itu ada 185 di rumah teduh, ada 50, dan di SKB ada 50," ucap Sutiaji kembali.
Menurutnya, para pasien Covid-19 tersebut tak mengalami kendala saat dievakuasi ke tempat isolasi terpusat, hanya diakuinya ada pekerjaan rumah yang kembali muncul.
"Rata-rata Alhamdulillah gampang, tidak ada penolakan pemindahan isoman ke isoter. PR kita ketika geser yang ngasih makan dan yang ditinggal," bebernya.
Baca Juga : 24.758 Orang Sembuh dari Covid-19, Ini 10 Provinsi Terbanyak
Sementara itu di Kabupaten Malang, jajaran Forkopimda Malang terus bersinergi mengimbau dan mendatangi warganya untuk mau menjalani isolasi di tempat isoter yang telah disiapkan. Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang juga terus memantau langsung para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di isoter.
"Sesuai dengan instruksi pemerintah diusahakan pasien Covid-19 yang melaksanakan isoman harus digeser ke isoter. Tidak ada lagi pasien Covid-19 yang melaksanakan isoman di rumahnya," ungkap Bupati Malang Sanusi.