JAKARTA - Taliban yang telah menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus 2021 menjadi hal yang dianggap mengancam perempuan Afghanistan. Taliban dilaporkan akan menerapkan sejumlah aturan pembatasan bagi perempuan. Berikut reaksi perempuan Afghanistan ketika dikuasai Taliban:
BACA JUGA: Taliban Hukum Cambuk Orang Berpakaian Ala Barat, Harga Burqa Naik Dua Kali Lipat
Perempuan Afghanistan Diam Diri di Rumah
Sejak Taliban menguasai Afghanistan, tidak ada perempuan Afghanistan yang berani keluar rumah. Mereka memilih berdiam diri di rumah. Kalau pun ada hanya sedikit. Perempuan Afghanistan yang mempunyai toko memilih tutup untuk sementara. Saat berada di luar rumah, mereka menggunakan burqa agar tidak menarik perhatian.
BACA JUGA: Pasca Dikuasai Taliban, Toko hingga Pasar di Afghanistan Sudah Mulai Dibuka
Perempuan Afghanistan Membeli Burqa
Taliban kembali menguasai Afghanistan sejak 15 Agustus 2021. Hal itu membuat perempuan Afghanistan membeli burqa. Burqa adalah pakaian yang menutupi tubuh perempuan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Harga burqa pun mengalami kenaikan seiring semakin banyaknya perempuan Afghanistan yang membeli.
Dilansir Guardian, Alia seorang pembeli burqa mengatakan "Tahun lalu harga burqa 200 AFN. Sekarang mereka menjualnya dengan harga 2.000-3.000 AFN, ujarnya." Seorang pedagang burqa, Aref juga mengatakan tokonya ramai dikunjungi untuk membeli burqa ketika Taliban kembali berkuasa.
Pada 1996-2001, burqa merupakan pakaian yang wajib dipakai oleh perempuan Afghanistan ketika Taliban berkuasa. Bagi mereka yang melanggar aturan terkadang mengalami penghinaan dan pemukulan di depan umum oleh polisi syariah Taliban.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.