Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Pacu Hilirisasi Sektor Industri

Agustina Wulandari , Jurnalis-Rabu, 25 Agustus 2021 |13:45 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Pacu Hilirisasi Sektor Industri
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (Foto: Dok.Pemprov Kalteng)
A
A
A

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo masih banyak komoditas ekspor di berbagai daerah di Tanah Air yang bisa dikembangkan untuk dijual ke luar negeri. Teknologi juga harus ditingkatkan untuk meningkatkan produktivitas, melakukan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan menghitung skala ekonomi dengan klasterisasi.

Hal tersebut, menurut Sugianto, mengingat segala upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan added value (nilai tambah) pada seluruh komoditas potensial yang berasal dari hasil alam di wilayah Kalimantan Tengah sampai saat ini masih perlu ditingkatkan. Langkah ini diharapkannya dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang baik dan sehat dalam rangka peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

Baca Juga: Menperin: Kinerja Ekspor Sektor Industri Capai USD13,56 Miliar

Menurutnya, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi industri di wilayah Kalimantan Tengah tentu akan sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah dan peningkatan perekonomian nasional. Kekayaan alam di Kalimantan Tengah sangat melimpah, hal ini tentunya harus dirasakan bukan hanya untuk sekelompok golongan tertentu, tetapi juga seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

Bahkan, keberlanjutan (sustainability) untuk generasi anak cucu kita selanjutnya pun harus tetap terjaga dengan baik. Dengan adanya hilirisasi industri di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah juga akan menyerap tenaga kerja masyarakat setempat, sehingga turut memberikan kontrol terhadap keberlangsungan industri karena proses industri yang sangat dekat dengan masyarakat setempat.

"Selaku pemimpin, saya memiliki beban moral kepada masyarakat Kalteng, masih banyak orang asing yang sudah lama masuk memanfaatkan kayu kita. Tetapi industrinya tidak ada di Kalteng, Ini tidak sesuai dengan semangat Presiden,” ujarnya.

Menurut Sugianto, industri kayu merupakan contoh minimnya peran kehadiran pemerintah dalam menyeimbangkan antara eksploitasi alam, peningkatan ekonomi setempat dan keberlangsungan lingkungan hidup.

"Hari ini saya berbicara, tujuannya adalah ingin mendesak pemerintah pusat untuk membangun industri di Kalteng atau pilihan lain melakukan moratorium kayu log sehingga tidak boleh keluar dari Kalteng, karena kayu merupakan kekayaan dan sumber daya alam yang kita miliki. Kecuali sudah menjadi barang jadi atau setengah jadi, sehingga mereka berusaha di bidang ini dapat membuka atau memproduksi di sini juga. Hingga terbangunlah hilirisasi industri yang baik. Kerusakan alam juga bisa kita cegah sejak awal karena kontrol ada dimasyakat setempat,” tuturnya.

Dalam hal pengelolaan hasil hutan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia memiliki peran strategis untuk turut serta mendukung hilirisasi industri, khususnya industri kayu di Kalimantan Tengah. ‘Cegah kayu log keluar dari wilayah Kalimantan Tengah, bangun industri kayu di Bumi Tambun Bungai, Tanah Berkah Kalimantan Tengah’ merupakan upaya yang bijaksana untuk menjaga ekosistem alam dan turut serta meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan hilirisasi industri dan investasi, Gubernur Sugianto Sabran sangat mendukung dan mendorong iklim investasi yang baik di Wilayah Kalimantan Tengah. Sebagai kepala daerah, Gubernur Sugianto Sabran menjamin keamanan dan kepastian berusaha di Wilayah Kalimantan Tengah.

Bahkan jika terdapat gangguan selama melakukan investasi di Kalimantan Tengah agar dilaporkan langsung kepada Gubernur. Hal ini merupakan wujud kesungguhan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dalam membuka pintu investasi seluas-luasnya di Kalimantan Tengah dengan tetap taat pada ketentuan atau Standar Operasional dan Prosedur (SOP) investasi dan penanaman modal yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Harapan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah sangat besar pada kebijaksanaan Presiden Joko Widodo untuk dapat menindaklanjuti kesempatan pengembangan komoditas ekspor dari alam Kalimantan Tengah melalui hilirisasi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah kepada jajaran pemerintah pusat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah siap menjadi salah satu destinasi investasi untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement