"Jadi kelipatannya besar sekali, sebab reaktivation ratenya 1:8 jadi sehari bisa 8 orang besoknya udah 64 besoknya lagi 512 cepat sekali. Jadi korbannya jauh lebih banyak dan ini berurusan dengan nyawa. Kalau di perbankan hanya berurusan dengan harta kan," tegasnya.
Baca juga: Tersangka Kasus Antigen Bekas di Bandara Kualanamu Segera Diadili
Lebih lanjut, Budi pun mengajak masyarakat jangan egois ingin meraup keuntungan besar tanpa memikirkan dampak panjang yang akan timbul kedepan.
"Yuk kita kurangi keegoisan kita, kurangi keinginan kita untuk mendapatkan untung sebesar besarnya untuk menyelamatkan bukan hanya kita tapi juga mengamankan keluarga, tetangga, rakyat Indonesia dan seluruh umat manusia di dunia," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.