Share

Menlu AS Siap Beri Kesaksian di Kongres Terkait Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Agregasi VOA, · Rabu 08 September 2021 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 18 2467812 menlu-as-siap-beri-kesaksian-di-kongres-terkait-penarikan-pasukan-dari-afghanistan-2xQ79Ro60a.jpg Menlu AS Antony Blinken (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken setuju untuk hadir minggu depan di hadapan panel Kongres yang menyelidiki penarikan militer AS dari Afghanistan, mengakhiri perang dua dekade yang terpanjang dalam sejarah AS.

Blinken setuju untuk bersaksi di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Selasa depan, meskipun komite kongres lainnya kemungkinan juga akan menyelidiki penarikan pasukan tersebut.

Blinken, diplomat tertinggi AS, kemungkinan akan menghadapi pertanyaan sulit tentang mengapa AS tidak mulai mengevakuasi warga Amerika lebih cepat, terutama sejak Biden mengumumkan rencananya pada April lalu untuk menghormati perjanjian mantan presiden Donald Trump dengan Taliban dalam mengakhiri perang sekaligus menarik pasukan Amerika.

(Baca juga: Menlu AS: Misi Diplomatik Baru Telah Dimulai di Afghanistan)

Anggota parlemen juga mengecam intelijen AS karena gagal memperkirakan pengambilalihan cepat Afghanistan oleh Taliban dan runtuhnya pemerintah Afghanistan ketika Presiden Ashraf Ghani tiba-tiba melarikan diri serta mencari suaka politik di Uni Emirat Arab.

Partai Republik menyatakan ingin memfokuskan pertanyaan pada kinerja Biden di minggu-minggu dan hari-hari terakhir perang, sementara Demokrat berharap dapat memeriksa keseluruhan upaya perang Amerika yang dilakukan di bawah empat presiden — Partai Republik George W. Bush dan Trump, dan Demokrat Barack Obama juga Joe Biden.

(Baca juga: Menlu AS: Taliban Komitmen Evakuasi Lewati Tenggat Waktu 31 Agustus)

Anggota kongres dari Partai Republik yang beroposisi dan beberapa rekan Presiden Biden dari Demokrat mengkritisi penanganan penarikan pasukan, pemberangkatan warga Amerika dan ribuan warga Afghanistan yang bekerja untuk pasukan AS sebagai penerjemah dan penasihat selama perang.

Kritik itu gencar setelah 13 anggota militer AS tewas dalam serangan bom bunuh diri di bandara Kabul pada hari-hari akhir penarikan. ISIS-Khorasan, sebuah pecahan dari kelompok teroris yang beroperasi di Timur Tengah dan beroperasi di Afghanistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Seperti diketahui, pnarikan pasukan AS resmi berakhir lebih dari seminggu yang lalu, namun sekitar 100 warga Amerika masih berada di Afghanistan. Pejabat AS berjanji untuk membantu mereka keluar jika mereka menginginkannya. Ribuan warga Afghanistan juga ingin pindah ke AS atau negara lain, melarikan diri dari kehidupan di bawah kelompok gerilyawan Taliban yang menguasai negara itu.

Jajak pendapat nasional pemilih AS menunjukkan dukungan luas atas keputusan Biden untuk mengakhiri "perang tanpa akhir" di Afghanistan, namun tidak untuk cara penarikan itu dilakukan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini