Mendadak Miliarder, Ini Rencana Kakek di Klaten Habiskan Rp6 Miliar

Saeful Efendi, iNews · Selasa 21 September 2021 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 512 2474715 mendadak-miliarder-ini-rencana-kakek-di-klaten-habiskan-rp6-miliar-7RFcQxsSWf.jpg Kakek penerima uang ganti rugi. (Foto: Saeful Efendi)

KLATEN - Sejumlah warga di Desa Beku, Kecamatan Karanganom, mendadak jadi miliarder karena telah menerima pemberian uang ganti rugi (UGR) Jalan Tol Solo-Jogja pada Kamis (16/9) siang di gedung pertemuan di desa tersebut. Mereka telah merencanakan UGR untuk membeli kos hingga rumah baru.

Salah satu warga, Paiman (67), mendapatkan UGR sekitar Rp6 miliar atas enam bidang tanahnya berupa pekarangan rumah Rp2 miliar dan lahan pertanian Rp4 miliar. Uang tersebut rencananya dibelikan dua rumah serta dibagikan kepada ahli waris.

“Sudah beli dua rumah jadi harganya sekitar Rp600 juta dan Rp500 juta. Sedangkan lainnya nanti akan dibagi-bagi ke-12 saudara yang lain,” ucap warga Desa Beku tersebut.

Ia mengatakan, meski dirinya sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku juga tetapi belum ditempatinya. Rumahnya yang direncanakan terlintasi Jalan Tol Solo-Jogja masih ditempatinya sampai saat ini.

“Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti rasanya tidak cukup,” ucap Paiman.

Baca juga: Duh! Belasan Satpam Bentrok dengan Emak-emak Gara-gara Pot Tanaman

Ia mengaku ada perasaan suka dan duka setelah menerima uang tersebut. Senangnya dia bisa membelikan anak rumah dan dukanya karena pekerjaannya hilang karena tak punya sawah untuk digarap.

Sementara itu, Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko menjelaskan, terdapat 69 bidang tanah di wilayahnya yang terdampak pembangunan jalan tol. Dari jumlah itu, 20 bidang di antaranya merupakan tanah kas desa (TKD).

“Adapun yang terdampak jalan tol seperti rumah, lahan pertanian, makam dan mushola. Sudah banyak warga kami yang down payment (DP) untuk beli rumah. Terutama bagi warga yang rumahnya terkena, rata-rata juga masih tingal di Desa Beku,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, tak ada gejolak berarti dalam proses pembayaran UGR. Seluruhnya dilalui dengan lancar. Sedangkan proses pencarian lahan pengganti untuk TKD sudah digelar musyawarah desa (musdes) pertama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini