Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebat Melanda Pabrik Pupuk di Sukabumi

Dharmawan Hadi , Jurnalis-Kamis, 23 September 2021 |00:28 WIB
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hebat Melanda Pabrik Pupuk di Sukabumi
Pabrik pupuk di Sukabumi terbakar (Foto: Dharmawan Hadi)
A
A
A

SUKABUMI - Kebakaran hingga menghanguskan sebuah pabrik pupuk milik PT Nusagri di Jalan Raya Panggeleseran-Babakan, tepatnya di wilayah Kampung Gangkanari, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/9/2021) malam.

Salah seorang warga Kampung Tanjakanlengka, RT 04/04 Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Dede (23) mengatakan, kebakaran pabrik pupuk yang terjadi sekira pukul 20.00 WIB.

"Saat kejadian, saya bersama sejumlah teman tengah nongkrong di lokasi sebuah kontrakan lantai dua yang tempatnya tidak jauh dengan lokasi pabrik pupuk yang terbakar, api terlihat menyala di bagian mess belakang pabrik dekat dengan ruangan kamar mandi," ujar Anggi kepada wartawan.

Baca Juga: 5 Rumah dan 10 Kios di Tapanuli Utara Kebakaran

Dugaan sementara, kebakaran pabrik pupuk itu api berasal dari korsleting listrik. Sebab, sebelum kebakaran, Dede dan temannya sempat mendengar suara ledakan dari lokasi pabrik.

"Tidak lama setelah itu saya melihat kobaran api. Iya, sontak saja saya bersama warga sekitar langsung berteriak meminta tolong," ujar Dede menambahkan.

Warga dan petugas pemadam kebakaran serta TNI/Polri sudah berdatangan ke lokasi kejadian untuk gotong royong memadamkan api. Petugas gabungan dibantu oleh mobil pemadam kebakaran akhirnya dapat menjinakkan api.

Baca Juga: Kebakaran Swalayan di Cilandak, Kerugian Diperkirakan Capai Rp2,5 Miliar

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement