Bentrokan Antar Kelompok Petani Tebu Tewaskan 2 Orang, Bupati Indramayu: Tindak Tegas!

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 525 2481650 bentrokan-antar-kelompok-petani-tebu-tewaskan-2-orang-bupati-indramayu-tindak-tegas-rkntVRLt7J.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

INDRAMAYU - Bentrokan yang terjadi di area lahan tebu Pabrik Gula (PG) Jatitujuh, Indramayu, Jawa Barat, berujung maut. Dalam insiden itu, dua orang warga Majalengka meregang nyawa.

Peristiwa berdarah ini diketahui terjadi di perbatasan Majalengka-Indramayu, pada Senin, 4 Oktober 2021 kemarin. Diduga, bentrokan ini melibatkan dua kelompok petani tebu di Kecamatan Jatitujuh, serta Kecamatan Tukdana.

Menanggapi adanya konflik antarpetani tebu itu, Bupati Indramayu Nina Agustina sangat menyayangkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia secara tegas mengutuk tindakan premanisme yang mengakibatkan dua warga Majalengka meninggal dunia.

"Kita boleh hidup bersama-sama membela. Tapi premanisme ini tidak kita halalkan. Tidak kita perbolehkan," kata Nina kepada awak media di Pendopo Bupati Indramayu, Jawa Barat, Selasa (5/10/2021).

Menurut Nina, konflik sengketa lahan yang terjadi di area lahan PG Jatitujuh itu sudah lama terjadi. Pihaknya telah berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan garapan lahan tersebut.

Ia menilai, peristiwa berdarah itu diduga dipicu akibat salah satu kelompok yang tidak sabar dalam proses penyelesaian sengketa lahan itu.

"Sebenarnya kita beberapa bulan yang lalu, sudah ada mediasi. Tapi mungkin karena ketidaksabaran atau ini berlarut-larut, akhirnya meledak," ujarnya.

Ia sangat mengapresiasi respons cepat dari TNI-Polisi, yang turun tangan meredam bentrokan tersebut. Ia meminta agar pihak berwajib dapat memberi sanksi tegas kepada para pelaku.

"Saya minta aparat menindak tegas. Bukan berarti tidak mau melindungi, tapi jangan ada menunggangi kata masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif memastikan, kondisi di lokasi kejadiam hingga kini sudah kondusif. Menurutnya, bentrokan antarpetani tebu itu dipicu oleh provokasi dari sekelompok orang.

"Ada segerombolan preman yang ingin menguasai lahan, dan dia mengintimidasi para petani. Ada provokasi dari segelintir orang," kata Lukman.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait bentrokan tersebut. Sejumlah orang pun telah diamankan, karena diduga terlibat dalam penyerangan itu sampai menimbulkan dua korban jiwa.

"Sudah kita amankan beberapa pentolan-pentolannya," ucap dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini