Share

Delegasi AS Akan Bertemu Taliban, Bukan untuk Memberi Pengakuan

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 09 Oktober 2021 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 18 2483707 delegasi-as-akan-bertemu-dengan-perwakilan-taliban-bukan-untuk-memberi-pengakuan-L3eJb3xG47.jpeg Delegasi AS akan bertemu perwakilan Taliban di Doha, Qatar (Foto: AFP)

WASHINGTON - Delegasi Amerika Serikat (AS) akan melakukan perjalanan untuk bertemu dengan "perwakilan senior Taliban dari Kabul" di Doha, Qatar, akhir pekan ini. Ini akan menjadi pertemuan pertama sejak penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada akhir Agustus lalu.

"Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari keterlibatan pragmatis dengan Taliban pada isu-isu kepentingan nasional vital AS," kata seorang pejabat pejabat Departemen Luar Negeri kepada CNN.

Pertemuan itu terjadi ketika pemerintah AS melanjutkan upaya untuk membawa warga negara Amerika dan penduduk tetap dan warga Afghanistan yang rentan keluar dari negara itu hampir enam minggu setelah evakuasi dan penarikan militer AS yang terburu-buru dan kacau.

“Perjalanan yang aman terus-menerus keluar dari Afghanistan dari AS dan warga negara asing lainnya dan warga Afghanistan kepada siapa kami memiliki komitmen khusus yang berusaha untuk meninggalkan negara itu adalah salah satu prioritas utama untuk pertemuan itu,” ujar pejabat itu kepada Reuters.

Pejabat itu mengatakan dalam pertemuan Doha nanti, AS juga akan memprioritaskan memegang Taliban pada komitmennya untuk tidak mengizinkan teroris menggunakan tanah Afghanistan untuk mengancam keamanan Amerika Serikat atau sekutunya.

(Baca juga: Qatar Peringatkan Jangan Isolasi Taliban dalam Pidato di PBB)

Menurut sumber yang dikenalnya, Wakil Direktur CIA David Cohen akan menjadi bagian dari delegasi AS, yang mencerminkan fokus AS pada kontraterorisme.

Lalu Deputi Perwakilan Khusus untuk Rekonsiliasi Afghanistan Tom West akan menjadi perwakilan senior Departemen Luar Negeri dalam delegasi AS.

Hadir juga perwakilan dari Badan Pembangunan Internasional AS dan lainnya. Sumber yang dikenalnya mengatakan pejabat tinggi kemanusiaan USAID, Sarah Charles, diharapkan berada di antara delegasi tersebut.

(Baca juga: 700 Pengungsi Afghanistan Tinggalkan Pangkalan Militer AS)

Sementara itu, Perwakilan Khusus untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad, yang menengahi kesepakatan Maret 2020 dengan Taliban yang telah difitnah oleh pejabat pemerintahan Biden, tidak akan hadir.

Pejabat itu mengatakan kepada CNN bahwa pertemuan dengan perwakilan Taliban "bukan tentang memberikan pengakuan atau memberikan legitimasi."

"Kami tetap jelas bahwa legitimasi apa pun harus diperoleh melalui tindakan Taliban sendiri," lanjutnya.

Menurut pejabat Departemen Luar Negeri, AS juga bermaksud untuk mendorong Taliban "untuk menghormati hak-hak semua warga Afghanistan, termasuk perempuan dan anak perempuan, dan untuk membentuk pemerintahan inklusif dengan dukungan luas."

"Ketika Afghanistan menghadapi prospek kontraksi ekonomi yang parah dan kemungkinan krisis kemanusiaan, kami juga akan menekan Taliban untuk mengizinkan badan-badan kemanusiaan akses bebas ke daerah-daerah yang membutuhkan," kata pejabat itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan dalam jumpa pers pada Kamis (7/10) bahwa pihaknya berhubungan dengan "puluhan orang Amerika di Afghanistan yang ingin pergi," tetapi dia menambahkan bahwa sulit untuk menyebutkan jumlah pasti warga AS yang tersisa. Dia mengatakan pemerintah AS telah secara langsung memfasilitasi keberangkatan 105 warga AS dan 95 penduduk tetap yang sah dari Afghanistan sejak 31 Agustus, ketika semua pasukan dan personel AS ditarik dari negara itu.

Sejak Taliban menguasai negara itu, mereka telah dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan, termasuk pembunuhan tidak sah terhadap 13 minoritas Syiah Hazara. Sistem perawatan kesehatan Afghanistan telah runtuh dan terjadi kekurangan pangan yang serius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini