Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Yaqut: Dirjen Haji Diisi Kader Muhammadiyah

Fahreza Rizky , Jurnalis-Senin, 25 Oktober 2021 |12:07 WIB
Menag Yaqut: Dirjen Haji Diisi Kader Muhammadiyah
Menteri Agama Yaqut Cholil (foto: ist)
A
A
A

JAKARTA — Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tentang 'Kemenag kado untuk NU' menuai polemik. Setelahnya, Gus Yaqut—sapaan akrabnya memberikan klarifikasi kepada khalayak.

Menag memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk NU. Buktinya, kata dia, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

“Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (25/10/2021).

Bukti lainnya bahwa Kemenag tak hanya dikuasi NU, adalah adanya aktivis Muhammadiyah, Profesor Hilman Latief yang menjabat sebagai Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Baca Juga : Klarifikasi Menag Yaqut soal Kemenag Hadiah untuk NU

“Bahkan di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU,” tutur Menag.

Menag menambahkan, karakter dasar dan jatidiri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar. “Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya tentang Kementerian Agama hadiah untuk NU disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Tujuannya, lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

“Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal,” ujar Menag.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement