Kapolres Nunukan Pukul Anak Buah, Polda Kaltara: Jengkel Jadi Khilaf

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 27 Oktober 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 340 2492669 kapolres-nunukan-pukul-anak-buah-polda-kaltara-jengkel-jadi-khilaf-XkIG3tgJTm.jpeg Kapolres Nunukan aniaya anak buah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kabid Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Budi Rachmad menyebut Eks Kapolres Nunukan AKBP SA  jengkel dan khilaf, sehingga menganiaya Brigadir SL.

"Karena khilaf. Saya ketemu, saya tanya dia khilaf dan jengkel. Jengkel jadi khilaf," kata Budi saat dihubungi wartawan, Rabu (27/10/2021).

Budi pun menegaskan apa yang dilakukan AKBP SA tidak dibenarkan. Seharusnya, hukuman diberikkan sesuai mekanisme, bukan lewat kekerasan.

"Tidak dibenarkan, siapa yang membenarkan. Ya salah lah. Kan ada mekanismenya, Kapolres adalah atasan yang berhak menghukum (ankum) penuh, dia bisa memberikan teguran lisan, tertulis, tindakan fisik push up bahkan bisa sampai pemecatan. Itu dia mekanisme itu tidak dilakukan karena emosi," ujarnya.

Penganiayaan tersebut terjadi Kamis (21/10/2021) di ruang aula Polres Nunukan. Dari hasil pemeriksaan sementara, penganiayaan dipicu Brigadir SL yang bertugas memasang dan mengawasi jaringan internet saat zoom meeting, meninggalkan tempat dan sulit dihubungi saat terjadi gangguan jaringan internet.

Baca juga: 6 Fakta Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buah, Korban Malah Minta Maaf dan Diperiksa Propam

Video penganiayaan yang beredar di media sosial tersebut, menurut Budi Rachmat, merupakan rekaman CCTV yang diambil Brigadir SL dan diviralkannya ke grup WhatAapp (WA) TIK Polda Kalimantan Utara, juga grup bintara Polri seangkatannya.

Pasca-kejadian tersebut, Kapolda Kalimantan Utara, telah memerintahkan Kabid Propam Polda Kalimantan Utara, Kombes Dearystone Supit untuk melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap Kapolres Nunukan, dan Brigadir SL yang diduga menjadi korban penganiayaan.

(qlh)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini