Share

Ternyata Pelajar Mabuk Sempat Pukul Kapolsek dan 2 Warga Lainnya

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 05 November 2021 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 340 2497090 ternyata-pelajar-mabuk-sempat-pukul-kapolsek-dan-2-warga-lainnya-mv5RRS1VOV.jpg Kapolsek saat ditantang pelajar mabuk (foto: ist)

MINAHASA - Siswa SMA yang viral karena terlibat adu mulut dengan Kapolsek Toulimambot, Polres Minahasa, IPTU Jenner Robinhood Sinaga ternyata sebelumnya sempat melakukan pemukulan terhadap Kapolsek dan dua warga lainnya.

"Jadi kasus pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan pelaku inisial SFS dan AS, ya kedua pelajar ini, kepada seorang ibu dan seorang pelajar berinisial MS dan YM," kata Kapolres Minahasa, AKBP Tommy Bambang Souissa.

Baca juga: Viral Pelajar Mabuk yang Tantang Kapolsek Berkelahi Ternyata Anak Polisi

Menurutnya, pada saat terjadi keributan, Kapolsek Toulimambot, IPTU Jenner Robinhood Sinaga sedang memangkas rambut tidak jauh dari lokasi. Kapolsek kemudian mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya keributan.

"Kapolsek kemudian langsung turun ketempat keributan bermaksud untuk mengamankan dan melerai untuk mengatasi keributan tersebut, akan tetapi ada perlawanan dari kedua pelajar kepada Kapolsek sehingga terjadilah argumen, tindakan melawan hukum disitu," ujar Kapolres

Baca juga:  Polisi yang Dibentak Siswa SMA Ternyata Seorang Kapolsek

Ketika berusaha mengatasi keributan itu, Kapolsek sempat dipukul beberapa kali, namun tidak membalas tindakan kedua siswa yang sudah dalam pengaruh minuman keras itu.

"Jadi untuk Kapolsek sendiri kena pukul di dada dan belakang kepala. Tidak ada perlawanan dari Kapolsek," kata Kapolres.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kapolres juga membenarkan bahwa siswa berinisial SFS adalah anak dari anggota Polri yang berdinas di Polres Tomohon dan kedua siswa tersebut telah dipanggil bersama orang tuanya untuk datang ke Polres Minahasa.

"Mereka sudah datang dan meminta maaf kepada Kapolsek dan kepada institusi Polri terkait dengan tindakan kedua anaknya yang terlihat di video," tutur kapolres.

Lebih lanjut kata Kapolres, kedua siswa tersebut belum dilakukan penahanan karena masih di bawah umur namun proses tetap berlanjut.

"Untuk sementara kasus terkait penganiayaan masih ditangani oleh kita, jadi kasus proses tetap lanjut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini