RIYADH - Kepresidenan Umum untuk Urusan Masjidil Haram (The General Presidency for the Affairs of the Holy Mosques) telah memutuskan untuk menerapkan kembali langkah-langkah jarak sosial di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mulai pukul 07.00 waktu setempat pada Kamis (30/12).
Ini artinya saf salat yang tadinya rapat kembali direnggangkan seperti puncak pandemi Covid-19 dahulu.
Sebuah sumber resmi di kepresidenan mengatakan bahwa jarak sosial akan diberlakukan di antara para jamaah untuk memastikan keamanan pengunjung.
Baca juga: 2 WNI Menjadi Jamaah Pertama di Masjidil Haram Usai Dibuka, Menangis dan Merinding
Sumber itu juga menyoroti pentingnya bagi semua pengunjung dan pekerja di Dua Masjid Suci (Two Holy Mosques) untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan. Mereka harus memakai masker dan mematuhi waktu akses sesuai izin yang dikeluarkan oleh aplikasi terakreditasi, selain menjaga jarak sosial dan berkomitmen pada peraturan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait di Dua Masjid Suci.
Baca juga: Masjidil Haram Resmi Dibuka untuk Sholat Berjamaah Kapasitas Penuh
Diketahui, pemerintah Arab Saudi melonggarkan pembatasan terkait Covid-19 pada 17 Oktober lalu sebagai langkah terhadap penurunan signifikan kasus infeksi harian. Ini pun berdampak positif terhadap kapasitas sholat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dikutip laman Khaleej Times, Sabtu (16/10), pemerintah Arab Saudi mencabut langkah-langkah jarak sosial dan mengizinkan kehadiran jamaah dengan kapasitas penuh di dua Masjid Suci di Makkah dan Madinah tersebut.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.