Share

Pakar Penyakit Menular AS: Hindari Pesta Malam Tahun Baru Besar-besaran

Agregasi VOA, · Jum'at 31 Desember 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 18 2525419 pakar-penyakit-menular-as-hindari-pesta-malam-tahun-baru-besar-besaran-xAi32qXWjK.jpg Perayaan malam tahun baru (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) mendesak warga AS untuk menghindari acara perayaan malam tahun baru massal, seiring rekor kasus harian Covid-19 baru yang didorong oleh varian Omicron yang sangat menular.

Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular AS sekaligus kepala penasihat medis Presiden AS Joe Biden, Dr Anthony Fauci, mengatakan pada Rabu (29/12) bahwa ia “sangat menyarankan” orang-orang untuk membatalkan rencana menghadiri pesta besar dengan “30, 40, 50 orang” pada musim liburan tahun ini, dan sebagai gantinya berkumpul secara kecil-kecilan dengan teman atau kerabat yang sudah divaksinasi dan telah menerima suntikan booster alias penguat.

Dalam wawancara pada Rabu (29/12) di CNBC, Fauci juga memperkirakan lonjakan kasus positif yang didorong oleh Omicron saat ini dapat mencapai puncaknya di AS pada akhir Januari tahun depan.

Baca juga:  Pakar AS Covid-19 Bisa Jadi Endemi Jika Semua Orang Divaksin Booster

Menurut Pusat Sumber Daya Virus Corona Universitas Johns Hopkins, AS mencatat 489.267 kasus Covid-19 baru pada Rabu (29/12), hanya dua hari setelah mencatat rekor jumlah kasus harian sebanyak 512.553 kasus. Saat ini, AS rata-rata melaporkan lebih dari 265.000 kasus virus corona baru per hari, memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 250.000 kasus baru setiap hari yang tercatat pada Januari lalu.

Pakar kesehatan itu mengatakan, meskipun Omicron menyebar dengan cepat di seluruh dunia sejak pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan bulan lalu, tampaknya varian itu menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada virus corona varian lain. Akan tetapi, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan minggu ini bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana Omicron akan berdampak pada orang yang lebih tua dan lebih rentan.

 Baca juga: Pakar Penyakit Menular AS Bisa Atasi Covid-19 Awal Tahun 2022

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, sebuah studi baru di Afrika Selatan menunjukkan suntikan booster vaksin Johnson & Johnson Covid-19 dosis tunggal memberikan perlindungan yang kuat terhadap varian omicron.

Para peneliti di Dewan Penelitian Medis Afrika Selatan mengatakan, suntikan penguat vaksin Johnson & Johnson diberikan kepada sekitar 69.000 petugas kesehatan antara 15 November dan 20 Desember lalu. Hasilnya, efektif mencegah rawat inap, meningkatkan kekebalan dari 63 persen tak lama setelah disuntikkan, menjadi 84 persen 14 hari kemudian, dan 85 persen dalam satu hingga dua bulan.

Selain itu, sebuah penelitian terpisah yang melibatkan vaksin Johnson & Johnson di AS menunjukkan bahwa vaksin tersebut memberikan peningkatan antibodi penetralisir hingga 41 kali lipat bila digunakan sebagai suntikan penguat bagi orang yang sebelumnya menerima dua dosis vaksin Pfizer.

Sementara itu, para dokter di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston juga mengatakan kepada CNN bahwa vaksin booster Johnson & Johnson menghasilkan peningkatan produksi sel T hingga lima kali lipat – ‘lengan’ sistem kekebalan tubuh manusia yang membunuh sel yang terinfeksi virus serta mencegahnya bereplikasi dan menyebar.

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini