Share

Diduga Depresi Idap HIV/AIDS, Pria Ini Pilih Gantung Diri

Solichan Arif, Koran SI · Rabu 19 Januari 2022 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 18 340 2534242 diduga-depresi-idap-hiv-aids-pria-ini-pilih-gantung-diri-4XtipPVyxD.jpg Illustrasi (foto: freepick)

BLITAR - Seorang laki-laki bernisial AS (25) warga Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di sebuah ladang tidak jauh dari rumah.

Tubuh AS tergantung pada sebatang pohon jati dengan tali sepanjang sekitar 1,5 meter menjerat lehernya. AS diduga nekat bunuh diri karena depresi setelah mengetahui penyakit yang ia derita.

“Dari hasil penyelidikan sementara diduga korban bunuh diri,” ujar Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udiyono kepada wartawan, Selasa (18/1/2022).

Baca juga: Kuli Bangunan Ditemukan Tewas Tergantung di Serpong

AS diduga melakukan aksinya pada Selasa (18/1) dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB yang bersangkutan diketahui sudah tidak berada di rumah. Pada pukul 06.00 Wib keluarga menemukan secarik kertas berisi pesan tertulis yang ditengarai tulisan tangan AS.

Intinya, AS cerita belum lama ini melakukan cek kesehatan untuk mengetahui sakitnya. Dari hasil cek kesehatan, ia dinyatakan mengidap penyakit yang membuatnya ingin mati saja. Informasi yang dihimpun, hasil uji lab kesehatan menyebut yang bersangkutan mengidap HIV/Aids.

Baca juga: Tragis, Lansia di Rusun Penjaringan Bunuh Diri Depan Sang Istri

Dalam lembaran kertas wasiat itu, AS juga memberi petunjuk kepada keluarga kalau posisinya ada di ladang. “Sebelum ditemukan meninggal dunia, informasi yang disampaikan keluarga, korban sempat mengeluh sakit,” kata Udiyono.

“Pada Senin 17 Januari 2022 yang bersangkutan juga sempat melakukan pemeriksaan medis karena selama 3 minggu sakit dan tidak kunjung sembuh,” tambahnya.

AS tewas dengan mengenakan baju lengan panjang warna hitam yang melapisi kaos warna senada. Ia memakai celana jeans gelap dengan kaki bersendal jepit biru.

Keluarga yang pertama kali menemukan jenazahnya langsung melaporkan ke aparat kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian korban murni karena bunuh diri.

Atas hasil pemeriksaan itu, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi jenazah dan meminta langsung memakamkan.

“Dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas kekerasan,” pungkas Udiyono.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini