Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gajah Mada dan Siasatnya yang Gagal Membunuh Raja Malaka

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 25 Januari 2022 |06:10 WIB
Gajah Mada dan Siasatnya yang Gagal Membunuh Raja Malaka
Gajah Mada (Foto: Ist)
A
A
A

KERAJAAN Majapahit memiliki hasrat untuk menguasai Malaka. Gajah Mada pun memiliki siasat untuk membunuh Raja Malaka, setelah sebelumnya diperintahkan Raja Majapahit.

Dikisahkan dalam Buku Gajah Mada Sistem Politik dan Kepemimpinan karya penulis Enung Nurhayati. Dikisahkan dalam Hikayat Hang Tuah, Raja Majapahit menyarankan agar pernikahan putrinya jadi ajang membunuh Raja Malaka sekaligus menaklukan kerajaannya.

Baca Juga:  Saat Gajah Mada Menolak Jabatan Strategis Pimpin Bala Tentara Kerajaan Majapahit

Gajah Mada yang diperintahkan langsung bergerak menyusun siasat. Namun, strategi pertama gagal menghabisi nyawa Raja Malaka dan empat orang pembesarnya.

Gajah Mada pun menggunakan siasat lain. Digelar perayaan pernikahan Raja Malaka dengan putri Kerajaan Majapahit. Pada acara pernikahan inilah Gajah Mada bergerak, namun kembali gagal.

Kegagalan yang berulang ternyata membuat Raja Majapahit kecewa. Namun, Gajah Mada lagi-lagi meyakinkan sang raja bahwa dirinya akan menghabisi Raja Malaka.

Baca Juga: Kisah Dewi Andongsari Bunuh Diri karena Rasa Bersalah kepada Gajah Mada

Cerita ini tertuang dalam hikayat Hang Tuah dengan tulisan "Ya tuanku, sabar juga dahulu, yang akan mengenai kiai Tiga itu atas pateklah, kerena banyak lagi prajurit yang kepetangan patek peliharakan. Indah apatah membunoh kiai Tuah itu dan segala Melayu lima orang itu, selang negeri besar - besar lagi dapat dialahkan? Adapun pekerjaan anak anda juga tuanku bicarakan, supaya main kita jangan ketara, karena Melayu itu bijaksana".

Namun, upaya pembunuhan Raja Malaka ini diketahui pihak kerajaan. Dengan kecerdikannya, Gajah Mada menyampaikan tak ada maksud sama sekali menghabisi nyawa Raja Malaka.

Gajah Mada berpura-pura tidak tahu tentang rencana percobaan pembunuhan. Justru Gajah Mada dan Majapahit menyebut berutang budi kepada Hang Tuah.

"Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada anak Tuah. Jikalau lambat anak Tuah menikam juga, nescaya matilah manira ditikamnya, karena manira orang tua tiada berperang," demikian kisah di Hikayat Hang Tuah, yang artinya "Ayoh anak Tun Tuah, banyak kita berhutang kasih kepada terhadap anak Tuah. Jikalau terlambat anak Tuah menikamnya, niscaya matilah manira ditikamnya, karena manira ibu bapa yang tidak berdaya".

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement