Share

Jadi Rebutan, AS Cari Jet Tempur F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan Sebelum Ditemukan Beijing

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 28 Januari 2022 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 18 2539230 jadi-rebutan-as-cari-jet-tempur-f-35-yang-jatuh-di-laut-china-selatan-sebelum-ditemukan-beijing-IUMxXi755W.jpg Jet tempur F-35 milik AS (Foto: Reuters)

CHINA - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berpacu dengan waktu untuk mencapai lokasi pesawat jet tempurnya yang jatuh, sebelum China sampai di sana terlebih dahulu.

Diketahui, pesawat F35-C senilai USD100 juta (Rp1,4 triliun) jatuh di Laut China Selatan pada Senin (24/1) setelah Angkatan Laut AS menyebutnya sebagai "kecelakaan" ketika lepas landas dari kapal induk USS Carl Vinson. Tujuh pelaut AS luka-luka ketika jet itu jatuh setelah menabrak bagian dek kapal induk Vinson selama latihan militer.

Angkatan Laut AS mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa operasi pengambilan pesawat sedang berlangsung setelah "kecelakaan" di atas kapal USS Carl Vinson.

Sebuah tim pencari dan pengambilan pesawat dari Angkatan Laut AS akan menempelkan beberapa perangkat ke badan pesawat jet yang kemudian akan dipompa perlahan untuk mengangkat puing-puing itu.

Baca juga: Gagal Mendarat, Pilot Terlempar dari Pesawat Tempur dan 7 Terluka

Operasi ini akan lebih sulit jika badan pesawat sebagian besar sudah tidak utuh.

Pesawat itu kemungkinan telah dipersenjatai dengan setidaknya beberapa rudal, baik yang ditempatkan di sayapnya atau di ruang senjata internal yang juga dapat mempersulit operasi pemulihan.

Salah satu opsi lain bagi AS, tentu saja, adalah menghancurkan jet F-35 itu agar tidak sampai jatuh ke tangan Beijing.

Baca juga: 4 Negara yang Bikin Jet Tempur Sendiri, dari Harga Rp400 Miliar - Rp2 Triliun 

"Hal termudah untuk dilakukan adalah men-torpedo-nya!" kata seorang perwira militer. Namun pilihan itu masih bisa dikesampingkan.

Pesawat ini adalah jet terbaru Angkatan Laut, sarat dengan peralatan rahasia. Karena terjadi di perairan internasional, ini menjadi suatu perburuan. Siapa pertama menemukan, dialah yang mendapatkannya.

Hadiahnya? Semua rahasia di balik kekuatan jet tempur tercanggih yang sangat mahal ini. Tak heran, pesawat ini seolah menjadi 'rebutan' kedua negara.

Jet itu sekarang tergeletak di dasar laut, tetapi apa yang terjadi selanjutnya adalah sebuah misteri. Angkatan Laut AS tidak akan mengkonfirmasi lokasinya atau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari dan mengambilnya.

Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan dan kian mengambil langkah untuk menegaskan klaim itu dalam beberapa tahun terakhir. China pun menolak mengakui putusan pengadilan internasional 2016 yang mengatakan negara itu tidak memiliki dasar hukum atas klaimnya.

Kalangan pakar keamanan nasional AS mengatakan militer China akan "sangat tertarik" untuk mendapatkan jet itu dan kapal penyelamat milik AS tampaknya masih setidaknya 10 hari jauhnya dari lokasi kecelakaan.

Mantan penasihat bagi Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS dan mantan diplomat senior AS untuk NATO dan Uni Eropa sekaligus Konsultan pertahanan Abi Austen mengatakan pencarian itu sudah terlambat, kata, karena baterai kotak hitam pesawat akan mati sebelum itu, sehingga lebih sulit untuk menemukan pesawat tersebut.

"Sangat penting bagi AS untuk mendapatkannya kembali," kata Austen. "F-35 pada dasarnya seperti komputer terbang. Ini dirancang untuk menghubungkan aset-aset lain - Angkatan Udara menyebutnya menghubungkan sensor ke penembak,” terangnya.

Dia mengatakan China tidak memiliki teknologi seperti F-35 sehingga bila mendapatkannya akan memberi mereka lompatan besar ke depan.

Ditanya apakah ada nuansa Perang Dingin dalam peristiwa ini, dia mengatakn semua ini tentang siapa yang bakal duluan. “Seperti film The Hunt For Red October dan The Abyss, Ini ibarat drama tiga babak yang brilian,” ujarnya.

Dia mengatakan dirinya yakin setiap upaya China untuk mencoba mengklaim hak mendapatkan pesawat jatuh itu bakal semakin menekan Washington.

Dia juga yakin masalah ini muncul di saat yang rentan dan berbahaya setelah AS menarik militernya dari Afghanistan yang tidak terorganisir dan membawa bencana.

Bryce Barros, seorang analis urusan China dan keamanan di Truman Project, mengatakan tidak ada keraguan China menginginkan pesawat itu, meskipun spionase dunia maya bisa jadi membuat mereka sudah memiliki pengetahuan tentang interior, tata letak, dan cara kerjanya.

"Menurut saya mereka ingin melihat bagian-bagian yang sebenarnya dari pesawat itu, untuk lebih memahami bagaimana pesawat itu disusun dan menemukan kerentanannya,” ujarnya.

Sebelumnya sudah ada sejumlah peristiwa memburu aset militer asing dan ini bisa terulang lagi.

Pada 1974, saat puncak Perang Dingin, CIA diam-diam menarik kapal selam Rusia dari dasar laut di lepas pantai Hawaii dengan menggunakan cakar mekanis raksasa.

Dua tahun sebelumnya, militer China diam-diam mengangkat kapal selam Inggris HMS Poseidon yang tenggelam di lepas pantai timur China.

Diyakini secara luas bahwa China mendapatkan puing-puing helikopter "siluman" rahasia AS yang jatuh dalam serangan di rumah Osama bin Laden pada tahun 2011.

"Kami yakin militer China pasti sudah melihat peralatan dan perangkat lunaknya," kata Barros.

Operasi penyelamatan terdalam yang berhasil memegang Rekor Dunia Guinness adalah pengangkatan puing-puing pesawat angkut Angkatan Laut AS dari dasar Laut Filipina pada Mei 2019. Kedalamannya 5.638 meter di bawah permukaan laut.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini