Tantangan lainnya adalah, ternyata di tiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga pendekatan tidak dapat dipukul rata, tapi menyesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing. Perbedaan itu mulai dari mayoritas mata pencaharian masyarakat tiap-tiap daerah, yang berpengaruh produk yang dibutuhkan, dan kemampuan membayar pinjaman.
Dalam kesempatan yang sama, Tinggi Pardomuan, Deputi Area Bekasi mengungkapkan, di Bekasi banyak masyarakat yang berprofesi sebagai pengusaha, tinggal di pemukiman dan masyarakat petani. Untuk masyarakat petani, dibutuhkan pendekatan dengan produk khusus seperti RTT gadai sertifikat tanah, dimana nasabah tidak perlu mengangsur setiap bulan.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ferry Hariawan, Deputy Area Jatiwaringin, yang sebagian masyarakatnya tinggal di perkotaan, melakukan pendekatan berbeda dalam menggaet masyarakat untuk mau berinvestasi Tabungan Emas, yaitu menggandeng yayasan dan komunitas yang bergerak di bidang dakwah untuk menawarkan produk Arrum Haji.
“Kami juga menggandeng pengusaha toko emas, untuk menawarkan pembelian emas dengan sistem pembiayaan Pegadaian,” ujar Ferry.
