Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Jaga Angka BOR di Rumah Sakit di Bawah 60%

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 18 Februari 2022 |12:01 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Pemerintah Jaga Angka BOR di Rumah Sakit di Bawah 60%
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kasus Covid-19 di Indonesia pada fase varian Omicron saat ini telah mencapai lebih dari puncak gelombang varian Delta. Dimana terkonfirmasi Covid-19 harian pada puncak Delta mencapai 56 ribu kasus, sementara pada fase Omicron mencatatkan kasus harian tertinggi saat ini sudah mencapai lebih dari 64 ribu.

Meski begitu, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit ada di posisi 36% dari total tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) perawatan dan isolasi Covid-19 yang disediakan.

BACA JUGA:Bertambah 25, RSDC Wisma Atlet Rawat 4.053 Pasien Covid-19

Angka ini, kata Nadia masih sangat memadai untuk perawatan pasien Covid-19 dan tidak terlalu membebani pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang dimiliki saat ini. Dimana tempat tidur ICU yang terpakai di angka 26% dan tempat tidur isolasi di angka 37%.

Nadia pun menegaskan pemerintah terus menjaga agar angka BOR secara nasional tidak melebihi angka 60% sesuai dengan batas yang telah ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

BACA JUGA:Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun Jadi 80.764 

“Selain mengendalikan angka BOR secara nasional agar tidak sampai melebihi 60%, pemerintah juga berupaya untuk menjaga ketersediaan pelayanan kesehatan. Pemerintah terus menjalankan strategi hanya pasien bergejala sedang hingga kritis saja yang boleh dirawat di rumah sakit,” tegas Nadia dalam keterangan yang diterima, Jumat (18/2/2022).

Dengan begitu, kata Nadia, pasien orang tanpa gejala (OTG) atau yang bergejala ringan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. Ini mengurangi beban pelayanan kesehatan maupun nakes yang bertugas di rumah sakit.

“Kebutuhan tenaga kesehatan (nakes) untuk menghadapi kondisi terburuk juga tengah dipersiapkan. Kekurangan nakes masih dapat diatasi melalui pengaturan SDM sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement