Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kala Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga Berbeda Pandangan Tentang Dakwah Wayang

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 22 Februari 2022 |05:01 WIB
Kala Sunan Ampel dan Sunan Kalijaga Berbeda Pandangan Tentang Dakwah Wayang
Sunan Kalijaga. (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA – Wali Songo, sembilan mubaligh yang menyebarkan agama Islam di Nusantara, menggunakan metode yang berbeda-beda dalam berdakwah. Salah satu contohnya adalah cara dakwah tradisi dan budaya masyarakat lokal yang digunakan oleh Raden Mas Said, atau yang lebih dikenal sebagai Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga menggunakan tembang dan seni budaya lokal, termasuk wayang untuk menarik minat masyarakat terhadap Islam. Murid Sunan Bonang ini bahkan menciptakan sendiri beberapa tembang dan wayang yang digunakannya dalam berdakwah.

BACA JUGA: Sosok Sunan Kalijaga, Mubaligh Karismatik yang Hidup Lebih dari 100 Tahun 

Dalam pertunjukan wayangnya, Sunan Kalijaga mengadaptasi lakon-lakon kuno seperti Lakon Petruk Jadi Raja dan Dewa Ruci menjadi lakon untuk menyiarkan ajaran Islam. Dia juga menambahkan karakter-karakter baru seperti karakter punakawan, Bagong, Petruk, dan Gareng.

Melalui cara ini Sunan Kalijaga berhasil menarik orang-orang untuk berlajar agama Islam, dan akhirnya memeluknya.

Namun, terlepas dari kesuksesan dakwahnya, metode Sunan Kalijaga ini ternyata mendapat pandangan berbeda di kalangan Wali Songo.

Dilansir dari NU Online, pada salah satu rapat dewan wali untuk membahas strategi dakwah, Sunan Ampel, yang dipandang sebagai pemimpin dari para wali menyatakan ketidaksetujuannya akan penggunaan instrumen tradisi dan budaya masyarakat dalam menyebarkan Islam.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement